- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Guru Tugas Dianiaya, Polisi Tetapkan 2 Wali Santri di Sampang Sebagai Tersangka

Sabtu, 07 Februari 2026 | 2/07/2026 11:29:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-07T16:29:49Z

SAMPANG, Liputan12.com - Kasus penganiayaan terhadap seorang guru tugas bernama Abdur Razak (20) di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menemui titik terang. Satreskrim Polres Sampang berhasil mengamankan dan menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Kedua tersangka tersebut merupakan wali santri dari salah seorang siswa yang diduga menjadi pemicu terjadinya penganiayaan.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan penangkapan dan penetapan tersangka terhadap dua orang pelaku penganiayaan tersebut.

"Kasatreskrim Polres Sampang dan Kapolsek Kedundung telah melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga pelaku penganiayaan terhadap guru tugas," kata Eko kepada media, Sabtu (7/2/2026).

Kedua tersangka diketahui berinisial SM (29) dan HM (30), yang merupakan warga Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Sampang. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit yang diduga digunakan untuk menganiaya korban.

"Kami telah mengamankan kedua tersangka beserta barang bukti celurit untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujar Eko.

Eko menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, penganiayaan tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh kedua tersangka. Akibat perbuatan para tersangka, korban mengalami sejumlah luka lebam di bagian punggung.

"Korban mengalami luka lebam di bagian punggung akibat penganiayaan tersebut," jelas Eko.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 262 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.

"Motif dari penganiayaan ini adalah karena para tersangka tidak terima anak dari salah satu tersangka dipukul oleh korban," ungkap Eko.

Kasus penganiayaan ini bermula dari sebuah video yang viral di media sosial yang memperlihatkan seorang guru tugas dianiaya oleh sejumlah orang di Kecamatan Kedundung, Sampang. Dalam video tersebut, terlihat beberapa orang membawa senjata tajam yang diduga hendak menyerang korban. Korban sendiri tampak diamankan oleh warga dari amukan massa.

Dalam video tersebut juga terdengar suara seorang perempuan yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi korban.

"Epa dekremmah sih. Sarah, Billahi sarah se epokol (Diapakan sih. Parah, demi Allah parah yang dipukul)," ujar seorang perempuan dalam video yang dilihat media.

Terlihat pula sejumlah warga berupaya menghalau para terduga pelaku. Seorang perempuan juga tampak menangis karena tidak tega melihat kondisi korban yang lebam di bagian punggung akibat penganiayaan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah. Diharapkan kasus ini dapat diusut tuntas dan para pelaku dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku agar memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah hukum kepada pihak berwajib. Kekerasan bukanlah solusi, melainkan justru akan menimbulkan masalah baru dan merugikan semua pihak. Diharapkan semua pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Pihak kepolisian juga akan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah-wilayah rawan terjadinya tindak kriminalitas untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update