- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kebakaran Ponpes Pamekasan: Bukti Solidaritas Madura Tak Lekang Waktu, Bupati Sampang Kirim Pasukan Pemadam Kebakaran dan Pesan Persaudaraan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 2/07/2026 11:55:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-07T16:55:06Z

PAMEKASAN, MADURA - Kobaran api yang melanda Pondok Pesantren (PP) Miftahul Ulum Penyepen, Palengaan Barat, Potoan Laok, Pamekasan, pada Jumat malam (6/2/2026) tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga memancarkan semangat persaudaraan dan solidaritas yang kuat di antara masyarakat Madura. Respons cepat dan kepedulian mendalam dari Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menjadi bukti nyata bahwa ikatan kekeluargaan antar kabupaten di Pulau Madura tak lekang oleh waktu.

Mendengar kabar musibah kebakaran tersebut, Bupati Slamet Junaidi tanpa ragu menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sampang untuk segera mengirimkan bantuan. Puluhan personel Damkar dengan tiga unit mobil pemadam berkapasitas 6.000 liter diterjunkan ke lokasi kejadian untuk membantu memadamkan api yang berkobar.

"Ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas kami sebagai sesama masyarakat Madura. Kami turut merasakan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa Ponpes Miftahul Ulum Penyepen," ujar Bupati Slamet Junaidi melalui Kepala Dinas Damkar Sampang, H. Cocok Hadi Sutrisno.

Aba Cocok, sapaan akrab Kadis Damkar Sampang, turun langsung memimpin operasi pemadaman di lokasi kejadian. Ia memastikan para personel Damkar Sampang bekerja maksimal dan berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran dari Pamekasan serta relawan lainnya. Aba Cocok juga mengingatkan para personel untuk selalu mengutamakan keselamatan diri selama bertugas.

"Kami datang bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral kepada para santri, pengurus pesantren, dan masyarakat Pamekasan," kata Aba Cocok dengan nada penuh semangat.

Bantuan dari Pemkab Sampang ini disambut dengan rasa haru dan ucapan terima kasih yang mendalam dari Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman. Beliau menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kepedulian Bupati Slamet Junaidi serta seluruh masyarakat Sampang.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Pamekasan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Sampang atas bantuan yang telah diberikan. Solidaritas seperti inilah yang membuat kita semakin kuat dalam menghadapi setiap cobaan," ujar KH. Kholilurrahman.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, yang pasti, semangat persaudaraan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat Madura telah berhasil meringankan beban para korban kebakaran dan memberikan harapan baru untuk segera bangkit kembali.

Kebakaran Ponpes Miftahul Ulum Penyepen menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran dan pentingnya menjalin hubungan baik antar sesama. Semoga kejadian ini juga menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Madura untuk semakin mempererat tali persaudaraan dan saling membantu dalam menghadapi setiap tantangan dan musibah yang datang. Bantuan dari Pemkab Sampang bukan hanya sekadar materi, tetapi juga merupakan simbol kepedulian dan dukungan moral yang sangat berarti bagi para korban kebakaran. Semoga Ponpes Miftahul Ulum Penyepen segera pulih dan kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri untuk menimba ilmu agama.


#Red.

×
Berita Terbaru Update