- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gotong Royong Babinsa dan Warga Ngrambe Bangun Jembatan Perintis Garuda, Wujudkan Keterhubungan dan Peningkatan Ekonomi Desa

Kamis, 26 Februari 2026 | 2/26/2026 06:52:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-26T11:52:45Z

Ngawi, Liputan12.com – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kamis (26/2/2025), Babinsa Koramil Ngrambe bersama warga desa mendemonstrasikan kekuatan kebersamaan mereka melalui kegiatan pengecoran pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan dua desa, yaitu Desa Cepoko dan Desa Mendiro, Kecamatan Ngrambe, yang selama ini terisolasi akibat kondisi alam yang sulit dilalui.

Proyek pembangunan jembatan ini merupakan solusi nyata terhadap masalah akses yang selama ini dihadapi masyarakat kedua desa. Sebelum adanya jembatan tersebut, warga harus menyeberangi sungai berbatu yang berbahaya dan hanya bisa dilalui saat kondisi cuaca cerah serta debit air tidak tinggi. Ketika musim hujan datang dan debit air meningkat, akses utama tersebut terputus, menimbulkan hambatan besar dalam aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke sekolah, beraktivitas pertanian, dan pengangkutan hasil panen ke pasar.

Babinsa Ngrambe, Sertu Heru, menyatakan bahwa peran serta TNI dalam kegiatan pembangunan ini bukan sekadar tugas formal, melainkan sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. "Kegiatan ini adalah cerminan soliditas dan sinergi antara TNI dan masyarakat. Kami bergotong royong agar pembangunan jembatan ini bisa selesai segera dan bermanfaat optimal bagi warga," ujarnya di tengah kegiatan pengecoran.

Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan inisiatif langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang digagas sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Fokus utamanya adalah membuka akses wilayah terisolir, meningkatkan konektivitas antar desa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memperkuat akses pasar dan layanan sosial.

Kepala Desa Mendiro menyampaikan bahwa keberadaan jembatan ini sangat berarti bagi masyarakatnya. Menurutnya, dengan adanya akses yang lebih baik, aktivitas warga di bidang pendidikan, pertanian, dan distribusi hasil panen akan berjalan lebih lancar dan efisien. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan keterlibatan aktif Babinsa serta aparat desa. Kehadiran jembatan ini akan mendukung pembangunan ekonomi dan memperkuat solidaritas warga," kata Kepala Desa Mendiro dengan penuh harapan.

Selain itu, proses pengerjaan pembangunan dilakukan secara swadaya dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat setempat. Warga berlomba-lomba membantu mulai dari pengangkutan material, penggemburan tanah, hingga proses pengecoran badan jembatan agar berjalan cepat dan berkualitas. Semangat kebersamaan dan kepercayaan diri ini menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih menjadi fondasi utama dalam pembangunan desa.

Diharapkan, dalam waktu segera, pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini akan rampung dan dapat digunakan secara luas. Keberadaan jembatan ini bukan hanya sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi simbol kekuatan semangat kebersamaan, sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Dengan tersambungnya akses antar desa, diharapkan roda perekonomian warga dapat berputar lebih cepat, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.

Kehadiran jembatan ini diharapkan juga mampu menjadi pendorong semangat pembangunan berkelanjutan dan menjadi contoh nyata bagaimana kekompakan masyarakat dan aparat dapat menghasilkan manfaat besar bagi kemajuan desa. Sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi langkah strategis yang mampu mengatasi hambatan akses dan memacu pertumbuhan daerah secara inklusif.


#Red.

×
Berita Terbaru Update