Gresik, Liputan12.com – Masyarakat Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, digegerkan dengan penangkapan seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial MA (55) oleh pihak kepolisian. MA ditahan atas dugaan melakukan serangkaian perbuatan tidak senonoh terhadap seorang anak perempuan di bawah umur yang masih berusia 14 tahun. Kasus ini menjadi perhatian serius dan menimbulkan kecaman dari berbagai pihak.
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, menjelaskan kronologi kejadian yang memilukan ini. Menurutnya, pelaku memanfaatkan keluguan korban, NA, yang merupakan pelanggan di warung milik pelaku. Modus yang digunakan MA terbilang sangat keji dan tidak pantas dilakukan oleh seorang yang seharusnya menjadi panutan.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku melakukan aksinya saat warung dalam kondisi sepi. Ia diduga melakukan tindakan asusila dengan sengaja memperlihatkan alat kelaminnya kepada korban," ungkap AKP Arya Widjaya pada Sabtu (15/2/2026).
Korban yang masih sangat muda dan lugu tentu saja merasa trauma dan ketakutan atas kejadian tersebut. Setelah melakukan perbuatan bejat itu, MA diduga kembali melakukan aksi serupa beberapa kali, seolah tidak merasa bersalah dan tanpa memperdulikan dampak psikologis yang dialami korban.
"Kami masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Kami akan menggali informasi lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain yang menjadi sasaran pelaku," tegas AKP Arya Widjaya.
Pihak kepolisian sangat menyayangkan kejadian ini dan mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu untuk melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan atau mencurigai adanya tindak kekerasan atau pelecehan seksual.
"Jangan takut untuk melapor ke polisi. Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dengan serius dan profesional. Kasus yang dialami oleh NA ini menjadi bukti bahwa kami tidak akan menolerir segala bentuk kejahatan terhadap anak," pungkasnya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada dan meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak, karena pelaku kejahatan bisa berasal dari orang terdekat atau orang yang kita kenal. Peran aktif masyarakat dalam mencegah dan melaporkan tindak kejahatan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
#Redaksi
