- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sepekan di guyur hujan deras sejumlah desa di Jepara di landa banjir.

Selasa, 13 Januari 2026 | 1/13/2026 05:30:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-13T10:30:57Z
Jepara, Liputan12.com - Hampir sepekan hujan tak berhenti menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Bencana ini berlangsung selama empat hari, sejak Jumat hingga Senin (9-12 Januari 2026), dan berdampak pada ratusan warga Sejumlah kepala keluarga bahkan harus mengungsi akibat genangan air yang tak kunjung surut.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, banjir tercatat melanda 10 desa yang tersebar di enam kecamatan. Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan banjir terjadi secara bertahap dengan intensitas yang terus meningkat,
Bencana banjir pertama kali dilaporkan pada Jumat, 9 Januari 2026, di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang. Tiga rumah warga terendam banjir. Di hari yang sama, Dukuh Tempuran, Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, juga dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

“Pada Sabtu, 10 Januari 2026, banjir di Tubanan RT 7 RW 4 Kecamatan Kembang merendam tiga rumah Jalan desa dan persawahan ikut tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter,” ujar Arwin, Selasa, (13/1/2026).

Situasi memburuk pada Minggu, 11 Januari 2026. Banjir melanda Desa Jatisari, Kecamatan Nalumsari, dengan ketinggian air mencapai 30–50 sentimeter. Genangan merendam permukiman warga di empat RT dan berdampak pada 163 kepala keluarga.

Di hari yang sama, hujan deras juga menyebabkan tanggul jebol di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari. Tanggul yang berada di RT 3 RW 3 jebol sepanjang kurang lebih 10 meter, mengakibatkan banjir besar yang berdampak pada sekitar 450 kepala keluarga di RW 02 dan RW 03,banjir juga merambah Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, akibat jebolnya tanggul sungai. Sementara itu, luapan dari Sungai Kali Mayong menggenangi Desa Mayong Lor dengan ketinggian air mencapai 50–70 sentimeter.

Pada hari Senin, 12 Januari 2026, banjir masih belum surut Dukuh Selomenor, Desa Welahan, Kecamatan Welahan, tergenang air setinggi 70 cm ada Lebih dari 100 warga terdampak, dan 18 orang terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Banjir juga merendam Desa Ketilengsingolelo, Kecamatan Welahan, dengan ketinggian air 50 hingga 70 cm Pendataan jumlah warga terdampak masih berlangsung,” kata Arwin.


Banjir juga menerjang Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, banjir menggenangi permukiman dan area persawahan di Desa Kuanyar, di Kecamatan Mayong, akibat tanggul jebol karena hujan deras hampir sepekan berdampak pada sekitar 130 kepala keluarga.

BPBD Jepara terus memantau dan pendataan di seluruh wilayah terdampak,dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa serta relawan untuk penanganan darurat, warga di himbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi dan banjir susulan masih bisa terjadi.

Gun JPR
×
Berita Terbaru Update