Sampang, Liputan12.com - Gemuruh sholawat dan dzikir menggema di Masjid Nurul Kamal, Balanan, Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, saat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sokobanah menggelar Grand Opening Lailatul Ijtima' Qubro (24/01/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin untuk menyambut dan memeriahkan peringatan satu abad Nahdlatul Ulama dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan.
Lailatul Ijtima' Qubro yang digelar bekerjasama dengan Majelis Dzikir dan Ngaji Bereng Dhampar Alas ini menjadi wujud nyata komitmen warga NU Sokobanah untuk menghidupkan spirit satu abad NU melalui berbagai kegiatan keagamaan yang sarat makna.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 Januari 2026, dirancang sedemikian rupa untuk memperkuat keimanan, meningkatkan keilmuan, dan mempererat tali persaudaraan antar warga Nahdliyin. Agenda kegiatan meliputi dzikir bersama, pengajian akbar, serta doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketua MWC NU Sokobanah, Ustadz Jumali Fadli, secara resmi membuka Grand Opening Lailatul Ijtima' Qubro dengan penuh semangat. Acara pembukaan ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh umat dan bangsa.
Dalam sambutannya, Ustadz Jumali Fadli menekankan bahwa Lailatul Ijtima' Qubro bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah forum pertemuan ruhani bagi warga NU untuk memperkuat niat, memperdalam ilmu, dan meneguhkan komitmen terhadap bangsa dan negara.
"NU lahir dari doa para ulama. Maka, satu abad NU harus kita rawat dengan doa, dzikir, dan pengabdian nyata untuk umat dan bangsa. Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," seru Ustadz Jumali Fadli di hadapan ratusan jamaah yang hadir.
Antusiasme warga Nahdliyin untuk mengikuti Lailatul Ijtima' Qubro sangat luar biasa. Ratusan jamaah dari seluruh ranting NU se-Kecamatan Sokobanah memadati area Masjid Nurul Kamal dan sekitarnya. Mereka datang dengan penuh semangat untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia.
Suasana kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah sangat terasa di antara para jamaah. Para kiai, santri, tokoh masyarakat, serta pengurus lembaga keorganisasian NU tampak larut dalam keharmonisan, saling bertukar sapa dan berbagi pengalaman.
Lantunan sholawat dan dzikir yang dipimpin oleh para habaib dan kiai kharismatik menggema di seluruh penjuru masjid. Para jamaah dengan khusyuk mengikuti setiap bacaan, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.
Doa-doa tulus juga dipanjatkan untuk para ulama pendiri NU dan seluruh pejuang bangsa yang telah berjasa dalam menjaga agama, tradisi, dan tanah air. Para jamaah berharap agar semangat perjuangan para pahlawan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
Panitia penyelenggara menegaskan bahwa Lailatul Ijtima' Qubro bukan hanya sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk membumikan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun kesadaran kolektif bahwa kekuatan NU terletak pada persatuan, keikhlasan, dan konsistensi dalam berkhidmah kepada umat. Mari kita jadikan momentum satu abad NU ini untuk semakin mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kualitas pengabdian kita kepada masyarakat," ujar salah seorang panitia.
Dengan semangat satu abad NU yang membara, MWC NU Sokobanah berkomitmen untuk terus hadir sebagai penjaga tradisi, penyejuk umat, serta pilar kebangsaan yang kokoh di tengah masyarakat. Lailatul Ijtima' Qubro ini menjadi bukti nyata bahwa NU akan terus berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia, berilmu pengetahuan luas, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.
Selain kegiatan keagamaan, Lailatul Ijtima' Qubro juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi antar pengurus NU di tingkat ranting. Para pengurus ranting saling bertukar informasi dan pengalaman dalam menjalankan program-program NU di wilayah masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, MWC NU Sokobanah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh NU yang telah berjasa dalam mengembangkan NU di Kecamatan Sokobanah. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para tokoh NU tersebut.
Acara Grand Opening Lailatul Ijtima' Qubro ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang kiai kharismatik. Para jamaah dengan khusyuk mengikuti setiap bacaan doa, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada seluruh umat Islam.
Panitia berharap agar Lailatul Ijtima' Qubro dapat menjadi agenda rutin tahunan MWC NU Sokobanah dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Panitia juga berharap agar semangat satu abad NU dapat terus membara di hati seluruh warga Nahdliyin dan dapat menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Dengan berakhirnya Grand Opening Lailatul Ijtima' Qubro, bukan berarti semangat kebersamaan dan pengabdian warga Nahdliyin berakhir pula. Sebaliknya, semangat tersebut diharapkan akan terus berkobar dan menjadi pendorong untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia, berilmu pengetahuan luas, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi. NU akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi, menyejukkan umat, dan menjadi pilar kebangsaan yang kokoh di tengah masyarakat.
#Red
