-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Meski terkendala cuaca buruk penanganan bencana longsor tetap berjalan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 1/10/2026 01:16:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-10T06:17:05Z
Jepara, Liputan12.com - Sabtu, 10/01/2026
Penanganan bencana
longsor di jalur Desa Damarwulan–Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, terus dikebut. Meski dihadapkan pada kendala cuaca yang tak bersahabat, aparat gabungan bersama relawan memastikan penanganan darurat tetap berjalan pada Sabtu (10/1/2026)

Salah satu kendala utama dari alat berat PC 75 yang sangat dibutuhkan untuk membuka akses jalan hingga Jumat malam pukul 00.35 WIB, alat berat terpaksa berhenti di Desa Watuaji akibat masalah pada truk towing.
Saat ini, tim relawan masih mengupayakan kendaraan towing tambahan agar alat berat bisa segera dinaikkan menuju Lokasi Longsor di Dukuh Kajang, Desa Damarwulan.

Sementara itu BPBD Kabupaten Jepara telah mendirikan dapur umum di rumah Mustari, Ketua RT 09/04 Desa Damarwulan dapur umum ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi petugas dan relawan yang terlibat di lapangan.

Untuk mendukung operasional tiga unit kendaraan taktis telah di siapkan dengan peralatan lengkap mulai dari empat unit mesin alkon, dua genset, dua unit chainsaw (ditambah satu milik kecamatan), serta enam cangkul masih akan bertambah jika relawan Destana ikut bergabung.


Personel, gabungan penanganan longsor melibatkan lintas sektor. Personel inti terdiri dari 4 orang dari BPBD 5 orang Polsek, 5 orang Koramil,3 orang Kecamatan,2 orang PMI, di tambah Tagana (2 orang), serta relawan dari berbagai unsur seperti Khitmat, IOF, Ubaloka, Donking, Destana, dan relawan independen lainnya, dengan total sekitar 20 orang. PLN Area Bangsri juga turut mendampingi guna mempercepat pemulihan aliran listrik menuju Desa Tempur.


Rencana kegiatan di pukul 07.00 WIB, setelah sarapan pagi dan briefing bersama. Tim kemudian bergerak ke lokasi longsor untuk membersihkan material longsor di Lokasi I, sebelum perlahan membuka akses menuju wilayah Desa Tempur.


Koordinasi Pemerintah Desa dengan Relawan Destana Tempur terus di intesifkan untuk menghitung dampak longsor, memetakan potensi bencana susulan, serta mempersiapkan kebutuhan mendesak di lapangan. Keselamatan warga dan petugas menjadi prioritas utama, mengingat kondisi cuaca yang buruk berpotensi memicu longsor susulan.


“Kami sadar medan sangat berat dan cuaca masih ekstrim,Tapi akses jalan ini adalah urat nadi warga Tempur, Selama masih memungkinkan dan aman, kami akan tetap bergerak. Prioritas kami satu, meminimalkan korban ya baik jiwa maupun kerugian lain dan membuka kembali jalur agar aktivitas warga bisa pulih,” ujar salah satu relawan Destana di posko relawan.


Hingga Sabtu pagi, status waspada masih diberlakukan. Semua pihak di himbau tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas demi menghindari risiko yang lebih besar.

Gunjack JPR
×
Berita Terbaru Update