Semarang, Liputan12.com – Semangat baru mewarnai awal tahun 2026 di Kelurahan Bangetayu Wetan. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) setempat menunjukkan komitmennya dalam membangun wilayah dengan menggelar Rapat Kerja (Raker) Perdana yang berlangsung pada Rabu malam, 28 Januari 2026. Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, raker ini menjadi titik awal bagi pengurus LPMK yang baru dilantik pada 9 Januari 2026 untuk merumuskan program kerja yang solutif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Rapat yang dimulai tepat pukul 19.30 WIB ini dihadiri oleh seluruh elemen penting dalam struktur LPMK Bangetayu Wetan masa bhakti 2026–2031. Tampak hadir Ketua LPMK Tejo Sumanta, Sekretaris Yulianto, Bendahara Bambang Yusuf dan Tulus Wardoyo, serta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran Lurah Bangetayu Wetan, Taufiq Rizkyana, para Ketua RW, dan mahasiswa KKN yang tengah mengabdikan diri di wilayah tersebut semakin menambah bobot dan makna dari acara ini.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua LPMK Bangetayu Wetan, Tejo Sumanta, menegaskan bahwa raker ini merupakan fondasi utama dalam menentukan arah dan strategi organisasi ke depan. Ia menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi yang solid melalui raker, sehingga seluruh program kerja yang direncanakan dapat berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Rapat kerja ini adalah ruhnya LPMK Bangetayu Wetan. Tanpa perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik, kita tidak akan mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi kemajuan dan kesejahteraan warga. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan forum ini untuk menyusun program kerja yang benar-benar relevan, inovatif, dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat Bangetayu Wetan,” ujar Tejo Sumanta dengan penuh semangat.
Lebih dari sekadar ajang perumusan program kerja tahunan, raker ini juga menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, dan masukan konstruktif. Salah satu isu krusial yang mencuat adalah aduan masyarakat terkait keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di RW 5 yang dinilai kurang ideal. Menanggapi hal ini, LPMK Bangetayu Wetan menunjukkan respons cepat dengan merencanakan langkah-langkah penanganan jangka pendek yang akan segera diimplementasikan.
Tidak hanya itu, LPMK Bangetayu Wetan juga menyadari pentingnya solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Untuk itu, mereka berencana untuk menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Lurah Bangetayu Wetan dan Sembungharjo, LPMK Sembungharjo, LKK Bangetayu Wetan, para Ketua RW dan RT, serta melibatkan peran aktif media massa, baik konvensional maupun elektronik. Langkah ini diharapkan dapat menyuarakan aspirasi masyarakat secara lebih luas dan efektif kepada Pemerintah Kota Semarang, sehingga реаlisasi pembangunan TPS 3R yang ramah lingkungan dapat segera terwujud.
Lurah Bangetayu Wetan, Taufiq Rizkyana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas peran strategis LPMK sebagai mitra kerja yang sangat berharga bagi pemerintah kelurahan.
“LPMK adalah garda terdepan dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka berperan aktif dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan partisipatif, pelaksanaan program, hingga pengawasan dan evaluasi. Keberadaan LPMK sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan Bangetayu Wetan yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ungkap Taufiq Rizkyana.
Taufiq Rizkyana juga berharap agar LPMK Bangetayu Wetan dapat terus mempertahankan prestasi yang telah diraih oleh kepengurusan sebelumnya, memelihara semangat kebersamaan yang solid, serta menjadi motor penggerak partisipasi aktif masyarakat dalam setiap aspek pembangunan. Ia juga mendorong optimalisasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan sukses, seperti program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sarana dan prasarana wilayah, pemberian bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan, serta program-program inovatif lainnya yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bangetayu Wetan.
Dengan adanya perpanjangan masa jabatan LPMK menjadi lima tahun sesuai Peraturan Wali Kota terbaru, Taufiq Rizkyana berharap agar LPMK Bangetayu Wetan dapat menyusun perencanaan pembangunan yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan visioner, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkesinambungan.
Rangkaian acara raker dilanjutkan dengan sesi pembahasan program kerja tahunan secara mendalam, serta sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Seluruh proses ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan efektivitas program kerja, dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh LPMK Bangetayu Wetan senantiasa berpihak pada kepentingan dan kebutuhan warga.
(Zen)
