Sampang, Liputan12.com- Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kedua telah resmi ditutup pada hari Jumat (9/1). Dari 240 Calon Jemaah Haji (CJH) cadangan yang diberikan kesempatan untuk melakukan pelunasan pada tahap ini, hanya 79 orang yang memanfaatkan kesempatan tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, Sayfuddin, mengungkapkan bahwa pelunasan Bipih bagi CJH telah dihentikan. Hasilnya, tercatat sebanyak 651 CJH yang telah berhasil melunasi Bipih. Rinciannya, 483 orang pada tahap pertama dan 168 orang pada tahap kedua.
"Pada pelunasan tahap kedua ini, terdapat CJH yang mengajukan pendampingan dan juga CJH cadangan," jelasnya pada hari Senin (12/1).
Sayfuddin menjelaskan bahwa meskipun jadwal pelunasan telah diumumkan secara luas, tidak semua CJH cadangan bersedia melakukan pelunasan. Buktinya, dari kuota CJH cadangan yang disediakan sebanyak 240 orang, hanya 79 orang yang melunasi. Dengan demikian, terdapat 161 CJH cadangan yang tidak memanfaatkan kesempatan pelunasan Bipih.
"Ada berbagai faktor yang menyebabkan CJH cadangan tidak melakukan pelunasan. Salah satunya adalah karena mereka merasa pesimis akan dapat berangkat pada tahun ini," ungkapnya.
Sayfuddin menambahkan bahwa CJH cadangan hanya akan mengisi kuota haji yang masih kosong. Sementara itu, jumlah kursi kosong di Kabupaten Sampang tercatat sebanyak 95 kursi. Saat ini, puluhan kursi tersebut telah terisi oleh 89 CJH dari usulan pendamping lansia dan penggabungan mahram.
"Untuk kuota CJH cadangan ini, kami masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai berapa jumlah yang akan diberangkatkan," terangnya.
Sementara itu, seorang CJH asal Desa Bire Barat, Kecamatan Ketapang, yang bernama Limanten, mengaku telah melakukan pelunasan Bipih sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Bahkan, ia juga telah mengurus pembuatan paspor sebagai salah satu syarat untuk tahapan selanjutnya.
"Saya kurang paham termasuk dalam pelunasan tahap berapa, yang jelas saya sudah melunasi. Sekarang tinggal proses pengumpulan berkas," pungkasnya.
Dengan adanya ratusan CJH cadangan yang tidak melunasi Bipih, kuota haji Kabupaten Sampang pada tahun ini kemungkinan besar tidak akan terpenuhi sepenuhnya. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi Kemenag Sampang untuk mencari solusi agar kuota haji dapat dimanfaatkan secara optimal.
