Bangkalan, Liputan12.com - Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 semakin dekat. Di Kabupaten Bangkalan, persiapan terus dimatangkan, termasuk penyesuaian jadwal manasik haji yang akan diikuti oleh para calon jamaah haji. Terdapat perubahan signifikan dalam jumlah pertemuan manasik dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, satu hal yang tetap menjadi prioritas utama adalah kenyamanan dan kekhusyukan jamaah haji lanjut usia (lansia) dalam menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangkalan, Arif Rochman, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal manasik haji ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan.
"Tahun ini, kami menyesuaikan jumlah pertemuan manasik haji menjadi empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kabupaten. Sebelumnya, pelaksanaan manasik haji dilakukan sebanyak enam kali di tingkat kecamatan dan dua kali di tingkat kabupaten," jelas Arif Rochman kepada awak media pada Kamis, 22 Januari 2026.
Arif Rochman menambahkan bahwa perubahan ini telah melalui kajian yang mendalam dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk masukan dari para tokoh agama dan ahli di bidang penyelenggaraan ibadah haji. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa materi yang disampaikan dalam manasik haji tetap komprehensif dan mudah dipahami oleh para calon jamaah haji.
Meskipun jumlah pertemuan manasik haji dikurangi, Arif Rochman menegaskan bahwa Kemenag Kabupaten Bangkalan tetap memberikan perhatian khusus kepada para jamaah haji lansia. Mereka akan mendapatkan pendampingan dan pelayanan yang lebih intensif selama pelaksanaan manasik haji.
"Jamaah haji lansia merupakan prioritas utama kami. Kami menyadari bahwa mereka memiliki kebutuhan khusus yang berbeda dengan jamaah haji yang lebih muda. Oleh karena itu, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi mereka," ujar Arif Rochman.
Kabupaten Bangkalan mendapatkan kuota sekitar 38 jamaah haji prioritas lansia untuk tahun 2026. Jamaah haji lansia termuda yang akan berangkat pada tahun ini berusia 84 tahun.
"Para jamaah haji lansia ini telah menyelesaikan proses pelunasan biaya haji dan telah mengikuti tahap pertama bersama dengan jamaah haji reguler lainnya. Mereka diprioritaskan berdasarkan urutan porsi dan kategori lansia," jelas Arif Rochman.
Arif Rochman juga mengingatkan bahwa data jamaah haji masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah proses Finalisasi Integrasi Data (FIG) selesai dilakukan. Proses FIG ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh data jamaah haji yang akan berangkat pada tahun 2026 telah terverifikasi dan valid.
"Kami berharap seluruh calon jamaah haji dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Kami juga mengimbau agar mereka terus mengikuti perkembangan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji dari sumber-sumber yang terpercaya," pungkas Arif Rochman.
Dengan penyesuaian jadwal manasik haji dan prioritas pelayanan bagi jamaah haji lansia, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 di Kabupaten Bangkalan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan khusyuk.
