Surabaya - Provinsi Jawa Timur, sekali lagi membuktikan diri sebagai produsen padi utama di Indonesia dengan mencatatkan rekor produksi tertinggi secara nasional pada tahun 2025. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Januari 2026 menunjukkan bahwa Jawa Timur berhasil menghasilkan 12.694.148 ton Gabah Kering Panen (GKP). Jumlah ini setara dengan 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan menghasilkan produksi beras sebesar 6.096.344 ton.
Pencapaian gemilang ini melampaui produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 9,27 juta ton GKG padi dan 5,35 juta ton beras, menandakan peningkatan yang signifikan dalam sektor pertanian Jawa Timur.
Dengan hasil ini, Jawa Timur mengukuhkan posisinya sebagai provinsi penghasil padi dan beras terbesar di Indonesia, mengalahkan Jawa Barat yang mencatatkan produksi 10.240.405 ton GKG padi dan 5.913.651 ton beras, serta Jawa Tengah dengan produksi 9.409.108 ton GKG dan 5.410.794 ton beras. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak, terutama para petani Jawa Timur, atas pencapaian luar biasa ini.
"Lonjakan produksi padi dan beras ini adalah bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi yang solid dari seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian Jawa Timur," ungkap Khofifah saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Khofifah menjelaskan bahwa peningkatan produksi ini didorong oleh implementasi berbagai program strategis di sektor pertanian, termasuk mekanisasi pertanian, penyediaan bibit unggul berkualitas, serta optimalisasi sistem irigasi melalui pompanisasi dan perbaikan saluran air.
Selain itu, luas panen padi di Jawa Timur juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2024, luas panen tercatat sebesar 1.616.985 hektare, kemudian meningkat menjadi 1.842.519 hektare pada tahun 2025, atau naik sekitar 13,95 persen. Kenaikan ini didukung oleh Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025 yang mencapai 2.426.073 hektare.
"Peningkatan produksi padi dan beras pada tahun 2025 ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Secara kumulatif, peningkatan produksi mencapai 13,89 persen pada periode 2020-2025," jelasnya.
Atas prestasi tersebut, Gubernur Khofifah menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi Jawa Timur dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Khofifah menegaskan bahwa capaian produksi padi ini bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi merupakan bagian integral dari upaya menjaga kedaulatan pangan nasional yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. "Keberhasilan ini kami dedikasikan untuk seluruh petani di Jawa Timur yang telah berjuang keras menjaga stabilitas pasokan pangan nasional," pungkasnya.
