![]() |
| Foto ilustrasi penangkapan pengedar narkoba |
BATAM, Liputan12.com - Wilayah Batu Aji, Kecamatan Kota Batam rupanya menjadi salah satu tempat peredaran narkoba. Terbukti, operasi senyap Tim Opsnal Subdit II Dit Narkoba Polda Kepri berhasil membekuk tiga pengedar.
Kronologis penangkapan pengedar narkoba jenis sabu-sabu ini berawal dari laporan masyarakat, bahwa di sebuah rumah di Perumahan Pluto Kelurahan Tanjung uncang Kecamatan Batu Aji, Kota Batam sedang terjadi pesta narkoba.
Tim Opsnal Subdit II Dit Narkoba Polda Kepri kemudian bergerak melakukan serangkaian penyelidikan di lapangan pada Selasa tanggal 20 Januari 2026 sekira pukul 17.00 wib.
Hasilnya, tiga pengedar narkoba jenis sabu-sabu berhasil diamankan dengan inisial FI dan RU.
Dari tangan tersangka FI, polisi menemukan barang bukti berupa 2 bungkus plastik bening narkotika jenis Sabu seberat 14,01 gram.
Sedangkan dari tangan tersangka RU, polisi menemukan sebuah tas selempangan yang berisi 3 bungkus plastik bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 9,29 gram, timbangan digital serta alat hisap sabu.
Selanjutnya pihak kepolisian anti narkotika tersebut bergerak ke TKP keduaa, tempat tinggal tersangka FI yang beralamat di Kamar Kos W2 no 11, Perumahan Jupiter Kelurahan Tanjung Riau Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Dari TKP kedua ini, polisi kembali menyita barang bukti berupa 4 bungkus plastik bening berisikan 35 butir diduga narkotika jenis ekstasi, dan 1 butir diduga narkotika jenis ekstasi yang dibalut tisu.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr Nona Pricilia Ohei saat dikonfirmasi media ini terkait pengungkapan kasus narkotika di Batu Aji tersebut, mengaku para pelaku memang sudah lama menjadi incaran pihak kepolisian.
“Berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan aktivitas terlarang para pelaku. Setelah kami cek dan lakukan pendalaman, lokasi tersebut memang dijadikan tempat transaksi narkoba. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat sangat membantu kami,” kata Dr Nona kepada media ini melalui pesan singkat, Rabu (28/1).
Saat ini para pelaku telah berada di Mapolda Kepri untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Kasus ini masih terus kami kembangkan. Kami yakin jaringan ini tidak berhenti sampai di sini. Peran masyarakat, sangat kami harapkan untuk terus melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan,” tegas Kombes Nona Pricilia
