-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Banjir Parah Ancam Keselamatan, KAI Batalkan Puluhan Perjalanan Kereta: Penumpang Geram, Sistem Informasi dan Tanggap Darurat Dipertanyakan!

Minggu, 18 Januari 2026 | 1/18/2026 12:44:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-18T07:27:18Z

 

Semarang, Liputan12.com - Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jakarta telah menyebabkan kekacauan pada jadwal perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terpaksa membatalkan sebanyak 38 perjalanan kereta api, terutama di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Keputusan pahit ini menuai kekecewaan dan kemarahan dari para penumpang yang merasa dirugikan akibat pembatalan mendadak dan minimnya informasi yang diberikan oleh pihak KAI.


Salah seorang penumpang yang terdampak, Joko Susanto, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Ia menuturkan bahwa pembatalan perjalanan kereta api dari Semarang ke Jakarta baru diumumkan sekitar 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Padahal, tiket tersebut telah dipesan jauh hari sebelumnya untuk keperluan anaknya yang hendak bepergian ke Jakarta melalui Stasiun Gambir.


"Kami memang sudah mengetahui adanya banjir melalui berita di televisi, tapi seharusnya itu menjadi alasan bagi KAI untuk lebih proaktif dan memberikan informasi yang jelas dan tepat waktu kepada para penumpang. Bukan malah mengumumkan pembatalan secara mendadak seperti ini. Ini sangat mengecewakan dan membuat kami merasa tidak dihargai sebagai pelanggan," keluh Joko dengan nada kesal pada hari Minggu (18/1/2026).


Joko menilai bahwa mekanisme pembatalan yang terkesan mendadak dan tidak profesional ini mencerminkan pelayanan KAI yang belum maksimal dan perlu dievaluasi secara menyeluruh, terutama dalam hal sistem informasi dan komunikasi kepada pelanggan. Ia juga mempertanyakan kesiapan KAI dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana banjir.


"Saya berharap KAI dapat belajar dari kejadian ini dan memperbaiki sistem informasi dan komunikasi mereka. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali di masa mendatang," tegas Joko.


Menanggapi keluhan dan kekecewaan para penumpang, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pembatalan perjalanan kereta api dilakukan setelah mempertimbangkan aspek keselamatan perjalanan. Curah hujan tinggi menyebabkan genangan air di lintasan yang berpotensi membahayakan operasional kereta api.


"Prioritas utama kami adalah keselamatan para penumpang. Oleh karena itu, kami terpaksa melakukan rekayasa pola operasi, termasuk pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan kereta api agar risiko keselamatan dapat diminimalisir," kata Anne.

Anne menambahkan bahwa KAI juga telah mengerahkan petugas prasarana dan sarana untuk melakukan normalisasi lintasan, penguatan badan jalan rel, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan dampak banjir.


Meskipun KAI telah berupaya untuk meminimalkan dampak banjir terhadap operasional kereta api, namun pembatalan perjalanan kereta api tetap tidak dapat dihindari.

Hal ini menunjukkan bahwa KAI perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem informasi dan komunikasi mereka, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana banjir.


Sejumlah pengamat transportasi juga turut memberikan komentar terkait kejadian ini. Mereka menilai bahwa KAI perlu berinvestasi lebih banyak dalam teknologi informasi dan sistem peringatan dini agar dapat memberikan informasi yang lebih akurat dan tepat waktu kepada para penumpang.


"KAI harus memiliki sistem informasi yang terintegrasi dan real-time agar dapat memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada para penumpang terkait gangguan perjalanan kereta api. Selain itu, KAI juga perlu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana banjir," ujar salah seorang pengamat transportasi yang enggan disebutkan namanya.


Para pengamat juga menyarankan agar KAI menjalin kerjasama yang lebih erat dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) untuk mendapatkan informasi cuaca yang lebih akurat dan dapat diandalkan. Dengan demikian, KAI dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif untuk mengurangi dampak gangguan perjalanan kereta api akibat faktor cuaca.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi KAI untuk terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penumpang. KAI harus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan terpercaya kepada seluruh masyarakat Indonesia.


(Zen)

×
Berita Terbaru Update