TEGAL, LIPUTAN 12 . COM– Upaya pencarian terhadap seorang pemuda bernama Faqih Abdusalam Raihan (24), warga Desa Dermasandi RT 08 RW 02, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus laut di Pantai Larangan, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, akhirnya membuahkan hasil.
Memasuki hari kedua pencarian, petugas gabungan berhasil menemukan korban pada Minggu pagi sekitar pukul 09.15 WIB. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian, setelah tim SAR bersama unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan melakukan penyisiran secara intensif di perairan sekitar pantai.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Sabtu, 17 Januari 2026, saat mandi di bibir pantai bersama dua orang rekannya. Namun, arus laut yang cukup deras secara tiba-tiba menyeret korban ke tengah laut. Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh kedua rekan korban, akan tetapi tidak berhasil akibat kuatnya arus serta kondisi korban yang diduga telah kelelahan.
Sejak menerima laporan, Sat Polairud Polres Tegal bersama unsur terkait langsung melakukan pencarian dengan menyisir perairan dan pesisir Pantai Larangan. Operasi SAR melibatkan personel Sat Polairud Polres Tegal, Polsek Kramat, TNI AL Pos Larangan, BPBD Kabupaten Tegal, Koramil Kecamatan Kramat, serta relawan.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian.
“Alhamdulillah, pada hari kedua korban berhasil ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja tanpa lelah dalam operasi pencarian ini. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dihentikan,” ungkap Kapolres.
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Tegal IPTU Hendra Wijaya, S.H. menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara maksimal sejak hari pertama dengan mempertimbangkan arah arus dan kondisi gelombang.
“Personel kami bersama tim gabungan melakukan penyisiran laut dan pesisir secara bertahap, dengan memperhitungkan pergerakan arus. Alhamdulillah korban dapat ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas IPTU Hendra Wijaya.
Setelah ditemukan, korban dievakuasi oleh petugas gabungan dan dibawa ke darat untuk penanganan lebih lanjut. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Kapolres Tegal kembali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai.
“Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat dan pengunjung wisata pantai untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang, serta mematuhi rambu-rambu keselamatan. Jangan memaksakan diri mandi di laut apabila tidak memiliki kemampuan berenang, demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Polres Tegal berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di kawasan wisata pantai.(Ag)


