- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Operasi Patuh Tinombala 2026, Kesadaran Tertib Berlalu Lintas di Toli-Toli Meningkat 25 Persen

Sabtu, 07 November 2026 | 11/07/2026 09:34:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-07T02:34:43Z
Kasat Lantas Polres Toli-Toli, Iptu Suparjan Bakri, bersama personel kepolisian saat memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat dalam pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah.


Toli-toli, Liputan12.com – Pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2026 di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, mulai menunjukkan dampak positif terhadap perilaku masyarakat dalam berlalu lintas. Selama kurang lebih sepekan pelaksanaan operasi, tingkat kepatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas tercatat mengalami peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan sebelum operasi berlangsung.


Peningkatan tersebut menjadi indikasi tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam berkendara. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Toli-Toli terus melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi kepada pengguna jalan agar semakin disiplin dalam mematuhi ketentuan berlalu lintas.


Kasat Lantas Polres Toli-Toli, Iptu Suparjan Bakri, mengatakan bahwa peningkatan kepatuhan tersebut berdasarkan hasil pengamatan petugas selama pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2026.


Menurutnya, operasi yang dilaksanakan secara serentak di wilayah Sulawesi Tengah itu menyasar sejumlah aspek penting, mulai dari kelengkapan kendaraan, penggunaan perlengkapan keselamatan, hingga kepatuhan pengendara terhadap rambu dan aturan lalu lintas.


Salah satu perubahan yang mulai terlihat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan helm berstandar keselamatan. Bahkan, kebiasaan menggunakan helm juga semakin diperhatikan oleh para orang tua ketika mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah.


Jika sebelumnya masih ditemukan pengendara yang mengabaikan perlengkapan keselamatan, kini kesadaran untuk menggunakan helm mulai menunjukkan perkembangan positif.


Tidak hanya itu, kedisiplinan pengendara ketika melintasi persimpangan yang dilengkapi lampu lalu lintas atau traffic light juga mengalami peningkatan. Pelanggaran berupa menerobos lampu merah disebut mulai berkurang seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap risiko kecelakaan.


“Berdasarkan hasil pemantauan kami, kepatuhan masyarakat mengalami peningkatan sekitar 25 persen. Kami melihat perubahan perilaku, baik dalam penggunaan helm maupun kepatuhan saat berada di persimpangan lampu merah,” ujar Iptu Suparjan Bakri kepada awak media, Selasa (3/11/2026).


Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas


Iptu Suparjan Bakri menegaskan, tujuan utama Operasi Patuh Tinombala 2026 bukan semata-mata melakukan penindakan terhadap pelanggar, melainkan membangun kesadaran masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama ketika berada di jalan raya.


Ia berharap perubahan positif tersebut tidak hanya berlangsung selama operasi kepolisian dilaksanakan. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan mampu mempertahankan kedisiplinan dan menjadikan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari.


“Operasi Patuh Tinombala ini bukan untuk ditakuti masyarakat, melainkan untuk membentuk kesadaran serta membudayakan tertib berlalu lintas. Kami berharap masyarakat semakin patuh dan taat terhadap aturan lalu lintas guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” ungkapnya.


Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Harapkan Angka Kecelakaan Menurun


Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat, Satlantas Polres Toli-Toli berharap pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2026 dapat memberikan kontribusi positif terhadap upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.


Masyarakat pun diimbau agar senantiasa menggunakan helm, melengkapi surat-surat dan perlengkapan kendaraan, mematuhi rambu serta marka jalan, tidak menerobos lampu merah, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.


Kepolisian juga mengingatkan bahwa kedisiplinan berlalu lintas tidak boleh bergantung pada ada atau tidaknya petugas di lapangan maupun berlangsungnya operasi kepolisian.


Sebab, keselamatan merupakan kepentingan seluruh pengguna jalan. Dengan tumbuhnya kesadaran kolektif, diharapkan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Toli-Toli semakin terjaga.



(AS)

×
Berita Terbaru Update