- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kapolres Kediri Kukuhkan Dai Kamtibmas, Perkuat Peran Tokoh Agama Tangkal Perpecahan

Jumat, 06 November 2026 | 11/06/2026 09:35:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-06T14:35:26Z
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. saat mengukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas dengan penyematan atribut kepada perwakilan peserta di Pondok Pesantren Nurul Azizah, Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jumat (6/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi Polri bersama tokoh agama dalam memperkuat persatuan, menanamkan nilai toleransi, serta menangkal hoaks, provokasi, dan potensi perpecahan di tengah masyarakat.


Kediri, Liputan12.com – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Peran tokoh agama dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, memperkuat persaudaraan, serta menangkal berbagai potensi konflik yang dapat mengancam persatuan dan kerukunan.


Menyadari pentingnya sinergi tersebut, Polres Kediri Polda Jawa Timur mengukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Azizah, Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jumat (6/11/2026).


Pengukuhan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus merawat keharmonisan kehidupan bermasyarakat.





Dalam sambutannya, AKBP Wahyudin Latif menegaskan bahwa para Dai Polri dan Dai Kamtibmas diharapkan mampu menjadi mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan kedamaian, persatuan, toleransi, serta kepatuhan terhadap hukum.


Menurutnya, tantangan keamanan saat ini tidak hanya berkaitan dengan gangguan konvensional, tetapi juga dipengaruhi perkembangan informasi di ruang digital. Penyebaran berita bohong atau hoaks, provokasi, hingga ujaran kebencian berpotensi memicu kesalahpahaman dan memperbesar konflik di tengah masyarakat.


Karena itu, para dai diharapkan dapat mengambil peran aktif melalui dakwah yang menyejukkan, santun, moderat, serta tidak mengandung unsur provokasi maupun narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.


“Jadilah pelopor persatuan dan toleransi. Bawa kesejukan melalui dakwah yang santun dan bijaksana, serta jangan sampai menimbulkan perpecahan,” pesan AKBP Latif.


Kapolres juga menekankan pentingnya menguatkan tiga pilar persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Ketiganya menjadi landasan dalam membangun persaudaraan sesama umat Islam, sesama anak bangsa, maupun sesama manusia tanpa membedakan latar belakang.


Selain berdakwah secara langsung, para Dai Kamtibmas juga didorong untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan keagamaan yang edukatif, inspiratif, dan menyejukkan.


Pemanfaatan ruang digital tersebut diharapkan mampu menjadi penyeimbang di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu benar dan dapat menimbulkan keresahan apabila tidak disikapi secara bijaksana.


Untuk memperluas jangkauan pembinaan masyarakat, para dai juga diharapkan membangun komunikasi dan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.


“Pengukuhan ini menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab untuk menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.


Lebih lanjut, Kapolres Kediri meminta jajaran Bhabinkamtibmas agar terus melakukan pembinaan dan koordinasi secara berkelanjutan dengan para dai yang telah dikukuhkan.


Keterlibatan mereka diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata, seperti penyuluhan kamtibmas, pembinaan keagamaan, dialog bersama masyarakat, serta upaya pencegahan konflik sosial di lingkungan masing-masing.


Menurutnya, sinergi antara kepolisian, tokoh agama, pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan masyarakat merupakan salah satu kunci penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.


Melalui pengukuhan Dai Polri dan Dai Kamtibmas ini, Polres Kediri berharap tumbuh semakin banyak figur masyarakat yang mampu menjadi penyambung pesan perdamaian, memperkuat toleransi, serta mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.


Dengan kolaborasi yang kuat antara aparat keamanan dan tokoh agama, upaya menjaga kamtibmas di Kabupaten Kediri diharapkan semakin efektif, sekaligus memperkokoh persatuan dan kerukunan masyarakat.



Reporter: Saladin

Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update