Lamongan, Liputan12.com — Upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Salah satunya diwujudkan di SD Negeri 2 Geger, Desa Geger, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, yang saat ini mendapatkan bantuan pemerintah untuk pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah melalui APBN Tahun Anggaran 2026.
Program revitalisasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih layak, aman, bersih, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Pembenahan infrastruktur sekolah diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar sekaligus menciptakan suasana pendidikan yang lebih kondusif.
Berdasarkan data perencanaan dan papan informasi kegiatan, pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh Tim Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 139 hari kalender, terhitung mulai 1 September 2026 hingga 31 Desember 2026.
Kepala SD Negeri 2 Geger, Winarto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah serta Direktorat Sekolah Dasar.
Menurut Winarto, bantuan tersebut menjadi dukungan penting bagi sekolah dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang menunjang aktivitas pendidikan. Revitalisasi ini diharapkan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.
“Kami bersyukur dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah melalui Direktorat Sekolah Dasar, atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan kepada SD Negeri 2 Geger,” ujar Winarto.
Rehabilitasi ruang kelas hingga pembenahan sanitasi
Program revitalisasi SD Negeri 2 Geger mencakup sejumlah pekerjaan fisik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar dan pelayanan administrasi sekolah.
Salah satu pekerjaan utama ialah rehabilitasi lima ruang kelas. Pembenahan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas ruang belajar agar lebih layak digunakan, sekaligus menciptakan suasana yang mendukung kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran.
Selain ruang kelas, proyek ini mencakup pembangunan satu ruang administrasi guru. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang pekerjaan tenaga pendidik, koordinasi internal, serta penyusunan administrasi pembelajaran secara lebih tertata.
Pembangunan satu ruang administrasi kepala sekolah juga menjadi bagian dari program. Keberadaan ruang tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan tugas manajerial serta pelayanan administrasi sekolah kepada masyarakat dan pihak terkait.
Pada sektor sanitasi, revitalisasi meliputi rehabilitasi toilet. Pembenahan fasilitas ini menjadi bagian penting dalam mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, sehingga siswa maupun guru dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Pekerjaan lainnya adalah pavingisasi halaman sekolah. Penataan permukaan halaman menggunakan paving diharapkan membantu mengurangi kondisi becek dan genangan air, terutama ketika musim hujan, serta membuat area aktivitas luar kelas menjadi lebih tertata.
Keseluruhan pekerjaan tersebut dirancang untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih fungsional dan sesuai dengan kebutuhan warga sekolah.
Pelaksanaan swakelola dan pengawasan pekerjaan
Dalam pelaksanaannya, revitalisasi dikerjakan melalui mekanisme swakelola oleh Tim P2SP. Mekanisme ini menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan yang mengacu pada perencanaan kegiatan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta rencana kerja yang telah ditetapkan.
Winarto menegaskan bahwa setiap tahapan pekerjaan dioptimalkan agar hasil pembangunan dapat memenuhi kebutuhan sekolah dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Dengan waktu pelaksanaan selama 139 hari kalender hingga penghujung Desember 2026 mendatang, kami mengoptimalkan setiap tahapan pekerjaan. Kami ingin hasil akhirnya benar-benar kokoh, berkualitas tinggi, dan dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” tegas Winarto, Senin (26/10/2026).
Pelaksanaan proyek tersebut masih berada dalam rentang waktu yang direncanakan hingga akhir Desember 2026. Oleh karena itu, hasil akhir pekerjaan perlu dilihat berdasarkan perkembangan pelaksanaan di lapangan hingga seluruh tahapan selesai.
Kualitas pengerjaan, kesesuaian dengan perencanaan, serta pemanfaatan fasilitas sesuai kebutuhan sekolah menjadi aspek penting agar bantuan pemerintah dapat memberikan hasil yang optimal.
Mendukung kenyamanan dan mutu pendidikan
Revitalisasi SD Negeri 2 Geger bukan hanya berorientasi pada pembenahan fisik bangunan, tetapi juga diharapkan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik. Ruang kelas yang layak, fasilitas administrasi yang memadai, sanitasi yang terawat, serta halaman yang tertata merupakan bagian dari lingkungan pendidikan yang menunjang aktivitas sekolah.
Dengan tersedianya fasilitas yang lebih baik, para siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran dalam suasana yang nyaman. Sementara itu, guru dan tenaga kependidikan diharapkan memperoleh dukungan sarana yang memadai untuk menjalankan tugasnya.
Meski demikian, peningkatan mutu pendidikan tetap membutuhkan dukungan berbagai unsur, termasuk proses pembelajaran yang berkualitas, kedisiplinan, keterlibatan warga sekolah, serta pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan.
Melalui program revitalisasi yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 ini, SD Negeri 2 Geger diharapkan dapat memiliki sarana dan prasarana yang semakin mendukung penyelenggaraan pendidikan di Desa Geger, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.
Masyarakat pun diharapkan dapat ikut menjaga fasilitas sekolah setelah pekerjaan selesai, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi peserta didik berikutnya.
Penulis: Ther
LIPUTAN12.COM

