- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polres Gresik Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Utamakan Edukasi dan Keselamatan Pengendara

Senin, 26 Oktober 2026 | 10/26/2026 05:18:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-26T10:21:49Z
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026 di Lapangan Apel Mapolres Gresik, Senin (26/10/2026). Operasi yang berlangsung hingga 8 November 2026 ini mengedepankan edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum untuk meningkatkan kedisiplinan serta keselamatan pengguna jalan.


Gresik – Liputan12.com – Polres Gresik resmi memulai pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 melalui apel gelar pasukan di Lapangan Apel Mapolres Gresik, Senin (26/10/2026). Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, tersebut mengedepankan edukasi, pencegahan, serta penegakan hukum untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.


Apel gelar pasukan dipimpin Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan diikuti personel Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik, Denpom, Garnisun, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), serta unsur terkait lainnya.


Operasi yang dilaksanakan di seluruh wilayah Jawa Timur itu mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.” Tema tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.







Dalam arahannya, Kapolres Gresik menyampaikan bahwa apel gelar pasukan dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga yang terlibat dalam operasi.


Menurutnya, persoalan keselamatan lalu lintas masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur sebagaimana disampaikan dalam materi operasi, angka kecelakaan lalu lintas selama Januari hingga September 2026 meningkat sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sementara itu, jumlah pelanggaran lalu lintas juga tercatat meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas. Kepatuhan berkendara tidak hanya berkaitan dengan ketertiban di jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.


Kedepankan Edukasi dan Pencegahan


Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Semeru 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan terhadap pelanggaran. Polri juga mengedepankan langkah edukatif dan preventif agar masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan dalam berkendara.


Komposisi kegiatan operasi direncanakan meliputi upaya preemtif sebesar 40 persen, preventif 40 persen, dan penegakan hukum sebesar 20 persen.


Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran berlalu lintas secara berkelanjutan, sekaligus menekan angka pelanggaran, kecelakaan, dan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.


Sejumlah pelanggaran menjadi sasaran dalam operasi kali ini. Di antaranya pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang, berkendara melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm berstandar SNI, serta pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk keselamatan.


Petugas juga akan menyasar pengendara yang menggunakan telepon seluler saat berkendara, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, serta melakukan modifikasi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) untuk menghindari kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).


Penindakan terhadap pelanggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan dan mengurangi potensi terjadinya kecelakaan. Masyarakat diimbau agar tidak menunggu adanya operasi kepolisian untuk menaati aturan, melainkan menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan dalam setiap perjalanan.






Personel Diminta Profesional dan Humanis


Kapolres Gresik juga menekankan pentingnya pelaksanaan operasi secara profesional, sesuai prosedur, berintegritas, serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.


Seluruh personel diminta menjalin sinergi dan kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta berbagai elemen masyarakat agar pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 berjalan optimal.


Selain itu, personel diingatkan untuk menghindari segala bentuk pelanggaran maupun penyalahgunaan wewenang yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.


Melalui operasi ini, Polres Gresik berharap tercipta peningkatan disiplin berlalu lintas yang tidak hanya berlangsung selama operasi, tetapi juga menjadi perilaku sehari-hari masyarakat.


Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kepatuhan terhadap rambu-rambu, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta sikap saling menghormati antarpengguna jalan menjadi faktor penting dalam mewujudkan lalu lintas yang tertib dan berkeselamatan.


Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan kondisi yang memerlukan penanganan segera, Polres Gresik menyediakan layanan Call Center Polri 110 dan Lapor Cak Rama di nomor 081188002006. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan laporan maupun informasi terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.



Liputan12.com – Mengabarkan Fakta, Menjaga Akurasi.

×
Berita Terbaru Update