- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pentingnya Menjaga Marwah Organisasi, H. Umar Faruk Ajak Seluruh Ormas Utamakan Stabilitas dan Ketertiban Umum

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10/30/2026 01:08:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-30T06:08:44Z
Ketua DPC MADAS Serumpun Kabupaten Sampang, H. Umar Faruk (tengah), bersama jajaran pengurus dan anggota dalam kegiatan silaturahmi. H. Umar Faruk mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan untuk menjaga marwah organisasi, mengedepankan musyawarah, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Sampang.


Sampang, Liputan12.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Serumpun Kabupaten Sampang, H. Umar Faruk, mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk senantiasa menjaga marwah organisasi, memperkuat persatuan, serta mengedepankan stabilitas dan ketertiban umum dalam menjalankan aktivitas di tengah masyarakat.


Imbauan tersebut disampaikan pada Kamis (29/10/2026), menyikapi berbagai dinamika sosial dan peristiwa yang melibatkan organisasi kemasyarakatan di sejumlah daerah. Ia mengingatkan bahwa setiap organisasi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga suasana kehidupan masyarakat agar tetap aman, damai, dan kondusif.


Menurut H. Umar Faruk, organisasi kemasyarakatan tidak hanya menjadi wadah berkumpul dan memperjuangkan kepentingan anggotanya, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.


Keberadaan ormas, kata dia, seharusnya mampu memberikan kontribusi positif, menjadi teladan dalam menjaga persaudaraan, serta menjadi mitra dialog yang konstruktif ketika menghadapi persoalan sosial.


"Kepada seluruh ormas, penting sekali untuk senantiasa menjaga kedamaian dan ketertiban di tengah masyarakat, sekaligus menjaga nama baik organisasi. Dengan begitu, masyarakat akan memberikan penilaian yang positif terhadap keberadaan ormas kita," ujar H. Umar Faruk.




Utamakan Musyawarah, Hindari Gesekan di Tengah Masyarakat


Lebih lanjut, H. Umar Faruk menegaskan bahwa setiap persoalan yang muncul di lingkungan organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.


Menurutnya, perbedaan pandangan, kepentingan, maupun pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi pemicu konflik yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.


Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota ormas agar mengedepankan sikap dewasa, mengendalikan emosi, serta tidak mudah terpancing oleh situasi yang dapat memicu kesalahpahaman dan perselisihan.


Pendekatan persuasif dan dialogis dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga hubungan antarlembaga maupun hubungan organisasi dengan masyarakat.


Marwah Organisasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama


H. Umar Faruk juga mengingatkan bahwa nama baik organisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang ketua atau pengurus, melainkan seluruh anggota yang membawa identitas dan atribut organisasi.


Karena itu, setiap anggota diharapkan mampu menjaga perilaku, etika, serta sikap dalam menjalankan kegiatan organisasi. Tindakan individu yang tidak mencerminkan nilai-nilai organisasi dapat berdampak terhadap penilaian masyarakat secara luas.


Ia berharap seluruh ormas di Kabupaten Sampang dapat terus membangun komunikasi, memperkuat solidaritas, dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen masyarakat.


Menurutnya, organisasi yang menjunjung tinggi persatuan, kedamaian, dan ketertiban akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan publik serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.


Bersama Menjaga Sampang Tetap Kondusif


Di akhir imbauannya, H. Umar Faruk mengajak seluruh elemen organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di Kabupaten Sampang.


Ia berharap semangat kebersamaan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan mengedepankan musyawarah, menghormati perbedaan, serta menjaga etika dalam berorganisasi, setiap ormas diharapkan dapat mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan damai.


Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata diukur dari jumlah anggota maupun besarnya atribut kelembagaan, tetapi juga dari kontribusi, keteladanan, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.



Penulis: Tim Redaksi

Kontributor: Agus Mandie

LIPUTAN12.COM

×
Berita Terbaru Update