![]() |
| Prosesi penyerahan bendera PKDI dalam rangkaian pengukuhan pengurus DPD PKDI Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2026–2031. |
Yogyakarta, Liputan12.com - Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) terus memperkuat konsolidasi organisasi dalam mendorong pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan dan pelantikan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKDI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026–2031 yang berlangsung di Yogyakarta, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat soliditas kepengurusan, menyatukan visi, sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kemajuan desa.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKDI, Sujiono, S.E., jajaran Dewan Pembina DPD PKDI DIY, serta para pengurus yang dikukuhkan. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, ditandai dengan prosesi penyerahan dan pengukuhan kepengurusan organisasi.
Ketua Umum DPP PKDI Tekankan Konsolidasi hingga Tingkat Bawah
Dalam arahannya, Ketua Umum DPP PKDI, Sujiono, S.E., menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membangun organisasi yang solid, aktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.
Ia meminta seluruh pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh, termasuk memperkuat koordinasi hingga tingkat bawah.
Menurutnya, kekuatan organisasi sangat ditentukan oleh soliditas jajaran pengurus, komunikasi yang efektif, serta kemampuan membangun kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya pemerintah.
"Pengurus yang baru dilantik harus segera bergerak melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh hingga ke tingkat bawah. Di saat yang sama, bangun sinergi yang kokoh dan berkelanjutan dengan pemerintah guna mendukung akselerasi pembangunan di pedesaan," tegas Sujiono.
Arahan tersebut menjadi penekanan bahwa PKDI harus mampu menjalankan fungsi organisasi secara aktif, tidak hanya dalam memperjuangkan kepentingan kelembagaan, tetapi juga dalam mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa.
Pembina Ingatkan Pentingnya Menjaga Marwah dan Budaya Yogyakarta
Sementara itu, Dewan Pembina DPD PKDI DIY, Gandang Harjananta, menyampaikan komitmennya untuk memberikan pendampingan, arahan, dan bimbingan kepada seluruh jajaran pengurus.
Ia menilai, penguatan organisasi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga etika kepemimpinan, kehormatan organisasi, serta nilai-nilai luhur kebudayaan Yogyakarta.
"Kami berkomitmen penuh untuk memberikan arahan dan bimbingan yang optimal bagi seluruh anggota PKDI. Langkah ini sangat krusial guna memastikan seluruh anggota tetap berada dalam koridor yang tepat, sekaligus menjaga nama baik dan kehormatan Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar Gandang Harjananta.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas organisasi dan kepemimpinan di tingkat desa perlu tetap memperhatikan norma, etika, serta kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari karakteristik Daerah Istimewa Yogyakarta.
Wahyu Suhendri Siap Besarkan PKDI DIY
Di sisi lain, Ketua DPD PKDI DIY terpilih, Wahyu Suhendri, menyatakan kesiapan dirinya bersama seluruh jajaran pengurus untuk menjalankan amanah organisasi serta memperkuat eksistensi PKDI di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menegaskan bahwa DPD PKDI DIY akan berupaya mengawal berbagai program pemerintah yang berbasis desa agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"DPD PKDI DIY berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh program pemerintah yang berbasis desa demi memastikan keberhasilan implementasinya secara nyata di lapangan. Bersamaan dengan itu, saya pribadi dan seluruh jajaran siap mendedikasikan diri untuk membesarkan serta memperkuat eksistensi PKDI di DIY," ungkap Wahyu Suhendri.
Menurut Wahyu, pembangunan desa membutuhkan keterlibatan dan koordinasi berbagai unsur, termasuk pemerintah, organisasi kepala desa, serta masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar kebijakan dan program pembangunan tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi dapat diwujudkan melalui pelaksanaan yang tepat sasaran.
PKDI Diharapkan Menjadi Wadah Kolaborasi Pembangunan Desa
Dengan terbentuknya kepengurusan baru DPD PKDI DIY periode 2026–2031, organisasi ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan kerja sama antarkepala desa, sekaligus menjadi ruang koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan di wilayah pedesaan.
Konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah juga menjadi salah satu agenda penting agar aspirasi dan kebutuhan desa dapat terakomodasi dengan baik.
Keberadaan PKDI diharapkan dapat mendorong pertukaran gagasan, memperkuat kapasitas kepemimpinan desa, serta membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Pengukuhan tersebut sekaligus menjadi awal bagi jajaran pengurus DPD PKDI DIY untuk membuktikan komitmen melalui kerja nyata, menjaga integritas organisasi, dan mengedepankan kepentingan masyarakat desa.
Dengan semangat kebersamaan dan sinergi, PKDI DIY menatap periode kepengurusan 2026–2031 dengan harapan dapat turut mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri, maju, sejahtera, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Yogyakarta.
(Ther/Redaksi)

