- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Lailatul Ijtimak ke-3 MWC NU Sokobanah Zona Timur Berlangsung Khidmat, Bertepatan dengan 1.000 Hari Wafatnya Almarhum Suli bin Abdul Mu’in

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10/25/2026 09:29:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-25T14:29:59Z
Pengurus dan jamaah mengikuti kegiatan Lailatul Ijtimak ke-3 MWC NU Sokobanah Zona Timur di kediaman Ustadz Sulaiman, Dusun Rojing, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.


Sampang, Liputan12.com – Semangat menjaga tradisi keagamaan, mempererat tali silaturahmi, dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah kembali tercermin dalam pelaksanaan kegiatan rutin Lailatul Ijtimak ke-3 MWC NU Sokobanah Zona Timur. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertempat di kediaman Ustadz Sulaiman, Dusun Rojing, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura.


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana religius tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus merawat kebersamaan melalui majelis keagamaan. Selain menjadi wadah berkumpulnya para jamaah, Lailatul Ijtimak juga memiliki nilai spiritual dalam menumbuhkan semangat beribadah, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kesinambungan tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat Nahdliyin.


Pelaksanaan Lailatul Ijtimak kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan 1.000 hari wafatnya almarhum Suli bin Abdul Mu’in. Momentum tersebut menambah makna tersendiri bagi kegiatan yang digelar di kediaman Ustadz Sulaiman. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengenang almarhum sekaligus memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, memberikan ampunan, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.


Dalam suasana penuh kekhusyukan, para peserta tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Kebersamaan yang terjalin di antara para jamaah menggambarkan bahwa majelis keagamaan bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan juga sarana untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.


Bagi warga Nahdlatul Ulama, kegiatan Lailatul Ijtimak memiliki arti penting dalam menjaga hubungan antarsesama sekaligus memperkuat komitmen untuk terus menghidupkan nilai-nilai keislaman. Melalui pertemuan semacam ini, semangat berkhidmat kepada agama, masyarakat, dan organisasi dapat terus dipelihara dari waktu ke waktu.


Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, keberadaan majelis keagamaan menjadi ruang yang berarti untuk menenangkan hati, memperdalam pemahaman agama, serta mengingatkan kembali pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Nilai-nilai kebersamaan, ketulusan, dan kepedulian yang tumbuh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.


Peringatan 1.000 hari wafatnya almarhum Suli bin Abdul Mu’in juga menjadi pengingat tentang perjalanan kehidupan manusia yang pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Bagi keluarga dan masyarakat yang ditinggalkan, doa menjadi salah satu bentuk penghormatan sekaligus ungkapan kasih sayang kepada orang yang telah mendahului.


Momentum tersebut mengajak para jamaah untuk mengambil hikmah bahwa kehidupan perlu diisi dengan amal kebaikan, menjaga silaturahmi, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Nilai-nilai kebaikan yang diwariskan seseorang diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi keluarga dan masyarakat untuk meneruskan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari.


Sementara itu, pelaksanaan Lailatul Ijtimak ke-3 di Desa Tamberu Daya memperlihatkan pentingnya menjaga kesinambungan kegiatan keagamaan di lingkungan MWC NU Sokobanah Zona Timur. Konsistensi dalam menyelenggarakan majelis semacam ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan antarjamaah serta menjaga tradisi keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Madura.


Lebih dari sekadar agenda rutin, Lailatul Ijtimak dapat menjadi ruang untuk menyatukan langkah dalam menjaga ukhuwah Islamiyah, mempererat hubungan antarpengurus dan warga, serta menumbuhkan semangat saling mendukung dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.


Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan tradisi Lailatul Ijtimak MWC NU Sokobanah Zona Timur dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak hanya terasa ketika jamaah berkumpul dalam satu majelis, tetapi juga tercermin dalam sikap saling menghormati, membantu, dan menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.


Melalui doa, silaturahmi, dan semangat berkhidmat, Lailatul Ijtimak ke-3 ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk merawat tradisi keagamaan, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan bagi generasi mendatang.


Semoga almarhum Suli bin Abdul Mu’in mendapatkan limpahan rahmat dan ampunan Allah SWT, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan. Semoga pula kegiatan Lailatul Ijtimak MWC NU Sokobanah Zona Timur terus membawa manfaat, mempererat ukhuwah, dan menjadi jalan untuk menumbuhkan keberkahan di tengah masyarakat.



(Redaksi Liputan12.com)

×
Berita Terbaru Update