Surabaya, Liputan12.com — Jawa Timur kembali dipimpin sosok yang tidak asing dengan karakter dan dinamika keamanan wilayahnya. Irjen Pol Dekananto Eko Purwono resmi dipercaya menduduki jabatan Kapolda Jawa Timur, menggantikan Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada Jumat (2/10/2026). Sementara itu, Irjen Nanang Avianto mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Pergantian pucuk pimpinan Polda Jatim itu menjadi bagian dari rotasi 76 perwira tinggi Polri sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kapolri Nomor Kep/1532/X/2026. Mutasi tersebut juga menjadi bagian dari langkah awal Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto dalam melakukan penyegaran struktur kepemimpinan Polri.
Bukan Wajah Baru di Jawa Timur
Bagi masyarakat dan jajaran kepolisian Jawa Timur, nama Dekananto Eko Purwono bukan sosok baru. Sebelum mendapat amanah sebagai Kapolda Jatim, ia pernah dipercaya sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Jawa Timur.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Saat berada di posisi Dirintelkam Polda Jatim, salah satu agenda yang menonjol adalah penataan tugu perguruan pencak silat yang dinilai berkaitan dengan upaya menjaga kondusivitas antarkelompok.
Dalam program tersebut, sebanyak 686 tugu perguruan silat dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Kebijakan itu didukung Bakesbangpol Jawa Timur melalui surat edaran tertanggal 26 Juni 2023.
Program tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam penanganan dinamika sosial yang berkaitan dengan kelompok perguruan silat di Jawa Timur. Persoalan tersebut sendiri memiliki sejarah panjang dan melibatkan banyak unsur masyarakat sehingga membutuhkan pendekatan keamanan sekaligus komunikasi sosial.
Berpengalaman di Bidang Intelijen dan Keamanan
Dekananto merupakan lulusan Akpol 1994. Sebagian besar perjalanan kariernya bersentuhan dengan bidang intelijen, keamanan dan pemetaan situasi sosial.
Setelah sekitar dua tahun menjalankan tugas sebagai Dirintelkam Polda Jatim, ia kemudian mendapat penugasan sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya pada 2024.
Kariernya berlanjut di tingkat Mabes Polri. Pada 2025, Dekananto dipercaya menjadi Direktur Politik Baintelkam Polri. Selanjutnya, pada 5 Agustus 2025, ia ditunjuk sebagai Wakapolda Metro Jaya.
Pengalaman tersebut memperluas cakupan penugasannya, dari dinamika keamanan daerah hingga persoalan yang bersinggungan dengan keamanan ibu kota dan kebijakan nasional.
Kembali ke Tanah Kelahiran
Dekananto merupakan putra daerah Bojonegoro. Kini, setelah melewati sejumlah penugasan strategis di Jakarta dan Mabes Polri, ia kembali ke Jawa Timur dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Sebagai Kapolda Jatim, ia akan memimpin jajaran kepolisian di 38 kabupaten/kota dengan karakter masyarakat yang beragam. Persoalan keamanan, konflik sosial, ketertiban lalu lintas, kriminalitas, perlindungan masyarakat hingga komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat akan menjadi bagian dari tantangan kepemimpinannya.
Pengalamannya berkomunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok suporter sepak bola, juga menjadi bagian dari perjalanan tugasnya.
Saat menjabat Wakapolda Metro Jaya, Dekananto turut menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto atas kontribusinya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kini perhatian publik Jawa Timur tertuju pada kepemimpinan baru di Mapolda Jatim. Kembalinya Dekananto ke Jawa Timur bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga menjadi babak baru perjalanan seorang perwira yang sebelumnya telah mengenal karakter wilayah tersebut.
Dengan pengalaman yang dimilikinya, publik tentu akan melihat bagaimana kepemimpinan Dekananto diterjemahkan dalam menjaga keamanan, membangun komunikasi publik, serta menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di Jawa Timur.
Editor : Sonhaji

