- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Miris! Gerbang Wisata Karang Hawu Jadi Lautan Sampah, Wisatawan Masuk Disambut Bau Menyengat

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10/03/2026 12:34:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-03T05:34:46Z
Bukannya panorama indah, wisatawan yang datang ke Pantai Karang Hawu, Cisolok, justru disambut lautan sampah dan bau menyengat. Tumpukan sampah di TPS gerbang utama wisata itu meluber hingga ke badan jalan, Sabtu (3/10/2026) siang.


Sukabumi, Liputan12.com – Kondisi kebersihan di salah satu kawasan wisata andalan Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan. Gerbang menuju objek wisata Karang Hawu, Kecamatan Cisolok, justru dipenuhi tumpukan sampah yang meluber hingga mendekati badan jalan.


Pantauan Liputan12.com, Sabtu (3/10/2026) siang, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di jalur utama menuju kawasan wisata Karang Hawu tampak dalam kondisi penuh. Sampah rumah tangga, plastik, hingga sisa makanan terlihat menumpuk dan sebagian meluber keluar dari area TPS.


Kondisi tersebut menimbulkan aroma tidak sedap yang tercium oleh pengendara maupun wisatawan yang melintas. Situasi itu pun berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus mencoreng kesan kawasan wisata yang selama ini dikenal dengan panorama pantainya.





Keadaan tersebut mendapat perhatian dari Ketua Forum Silaturahmi Kecamatan Sehat (FSKS) Kecamatan Cisolok, Duding Syam. Ia menilai kebersihan di sekitar objek wisata semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu pintu masuk wisatawan ke Kabupaten Sukabumi.


«“Karang Hawu ini etalase kita. Masa etalase dibiarkan kumuh dan bau begini. Ini sangat memalukan. Wisatawan belum juga melihat laut, sudah disambut sampah,” ujar Duding kepada Liputan12.com di lokasi.»


Menurut Duding, keberadaan TPS memang dibutuhkan untuk menampung sampah masyarakat dan aktivitas wisata. Namun, keberadaan TPS harus dibarengi dengan pengangkutan secara rutin agar tidak berubah menjadi persoalan lingkungan.


Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan sampah di kawasan wisata, terutama pada akhir pekan ketika aktivitas pengunjung biasanya meningkat.


«“Ini soal marwah daerah. Wisatawan itu menilai kebersihan dulu. Kalau kondisinya seperti ini, tentu kenyamanan mereka bisa terganggu. Kami meminta DLH segera mengambil langkah dan jangan menunggu persoalan ini menjadi viral,” tegasnya.»


Duding juga mengusulkan adanya pola pengangkutan sampah yang lebih terjadwal untuk kawasan wisata prioritas. Menurutnya, pengelolaan sampah di lokasi wisata membutuhkan kesiapsiagaan yang berbeda dibandingkan TPS di kawasan permukiman.


«“Saat akhir pekan, volume sampah bisa meningkat. Harus ada tim siaga atau jadwal khusus pengangkutan. Jangan sampai sampah menumpuk berhari-hari karena bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan lingkungan,” katanya.»


Kondisi TPS tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pengelola kawasan dan pemerintah daerah. Sebab, citra sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kebersihan, kenyamanan, dan tata kelola lingkungan di sekitarnya.


Liputan12.com masih berupaya memperoleh keterangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi mengenai kondisi TPS tersebut, termasuk jadwal pengangkutan sampah dan langkah penanganan yang akan dilakukan.




Reporter: Ajid Alvaro

×
Berita Terbaru Update