TEGAL, LIPUTAN 12 . COM - Universitas Terbuka (UT) Purwokerto bersama Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Tegal dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) menggelar aksi reboisasi melalui penanaman 350 pohon mangrove di Pantai Batamsari, Kelurahan Panggung, pada Jumat pagi (23 Oktober 2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur UT Purwokerto, Kepala SALUT Tegal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, Camat Tegal Timur, Lurah Panggung, serta unsur Forkopimcam dan puluhan mahasiswa.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyati Utami, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya berfokus pada penanaman fisik semata, melainkan menitikberatkan pada aspek keberlanjutan, pemeliharaan, dan perawatan jangka panjang.
Menurutnya, langkah tersebut melibatkan pendekatan pentahelix yang menyatukan unsur sivitas akademika, pemerintah desa, pemerintah kota, serta perangkat daerah terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup.
"Keberlanjutan dari program ini betul-betul dapat memberikan dampak yang dirasakan, khususnya bagi masyarakat wilayah pesisir Pantai Batamsari," ujar Prasetyati.
Kepala SALUT Tegal, Mulyani, S.IP., M.M., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari peran Ormawa dalam mengabdikan diri kepada masyarakat melalui pemulihan ekosistem pesisir.
Senada dengan hal tersebut, Camat Tegal Timur, Toat Hartono, menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk wujud nyata kepedulian bersama dalam menjaga keasrian kawasan pantai serta memotivasi lembaga maupun komunitas lain untuk turut serta.
Dukungan penuh turut disampaikan oleh Kepala Disdikbud Kota Tegal, Dewi Umaroh, yang menilai bahwa aksi reboisasi ini akan membuat pesisir Kota Tegal semakin hijau sekaligus meredam ancaman abrasi.
Apresiasi serupa juga diungkapkan oleh Plt Kepala DLH Kota Tegal, Yuli Prasetya, yang menuturkan bahwa pertumbuhan pohon mangrove ini kelak akan memproduksi pasokan oksigen yang melimpah serta memberikan manfaat ekologis yang besar bagi warga Kota Tegal. Melalui kolaborasi pentahelix ini, rangkaian kegiatan ke depan diharapkan terus berlanjut melalui gerakan penguatan literasi lingkungan serta pemberdayaan masyarakat pesisir secara menyeluruh.(Ag)


