- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Empat Siswa Kelas 1 SD Tercebur Sumur Sedalam 8 Meter di Modo Lamongan, Polisi Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10/31/2026 10:36:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-31T03:36:31Z
Petugas Polsek Modo bersama pihak sekolah dan warga melakukan pengecekan sumur tempat empat siswa kelas 1 SD tercebur saat jam istirahat di Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Berkat respons cepat petugas dan bantuan masyarakat, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.


Lamongan, Liputan12.com – Peristiwa menegangkan sekaligus mengundang keprihatinan terjadi di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Empat siswa kelas 1 sekolah dasar yang masih berusia sekitar tujuh tahun dilaporkan tercebur ke dalam sumur sedalam kurang lebih delapan meter saat jam istirahat, Kamis (29/10/2026), sekitar pukul 09.40 WIB.


Beruntung, berkat respons cepat jajaran Polsek Modo bersama warga dan tenaga kesehatan, keempat siswa tersebut berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.


Insiden tersebut menjadi perhatian serius, mengingat lokasi kejadian berada di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk belajar dan beraktivitas.


Penutup Sumur Jebol Saat Anak-anak Bermain


Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika keempat siswa bermain di sekitar sumur yang berada di lingkungan sekolah. Sumur tersebut diketahui memiliki penutup berbahan cor beton.


Diduga, saat bermain, keempat anak tersebut naik ke atas penutup sumur dan melompat-lompat. Beban serta tekanan yang diterima penutup beton mengakibatkan konstruksi tersebut jebol dan pecah.


Dalam hitungan detik, keempat siswa itu terperosok ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar delapan meter. Kondisi sumur yang terdapat sedikit genangan air di bagian bawah semakin menambah kekhawatiran terhadap keselamatan para korban.


Mendapati kejadian tersebut, pihak sekolah segera mengambil tindakan dengan menghubungi Polsek Modo untuk meminta bantuan evakuasi.


Kapolsek Modo Pimpin Respons Cepat


Menerima laporan darurat tersebut, Kapolsek Modo, AKP Witono Hariadi, S.H., bersama sejumlah anggota kepolisian langsung menuju lokasi kejadian.


Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas segera berkoordinasi dengan warga sekitar dan bidan desa untuk melakukan upaya penyelamatan.


Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kedalaman sumur dan kondisi para korban yang masih berusia anak-anak.


Kerja sama antara aparat kepolisian, masyarakat, dan tenaga kesehatan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penyelamatan. Setelah melalui upaya evakuasi, keempat siswa akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur.


Situasi yang sebelumnya mencekam perlahan berubah menjadi kelegaan setelah seluruh korban dipastikan berhasil diselamatkan.


Empat Korban Mendapat Penanganan Medis


Usai dievakuasi, keempat siswa langsung mendapatkan pemeriksaan awal oleh bidan desa guna memastikan kondisi kesehatan mereka.


Selanjutnya, seluruh korban dibawa ke Puskesmas Modo untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.


Berdasarkan informasi yang disampaikan, keempat siswa tersebut telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.


Meski demikian, pemeriksaan serta pemantauan kondisi kesehatan tetap menjadi hal penting setelah anak-anak mengalami insiden terjatuh ke dalam sumur dengan kedalaman yang cukup ekstrem.


Polisi Ingatkan Pentingnya Keamanan Fasilitas Sekolah


Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap kesigapan jajaran Polsek Modo, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang turut membantu proses evakuasi.


Pihaknya bersyukur seluruh korban berhasil diselamatkan dan telah mendapatkan penanganan medis.


Ia juga mengingatkan agar pihak sekolah dan orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama ketika memasuki waktu istirahat dan bermain di lingkungan sekolah.


Menurutnya, pengawasan terhadap anak harus berjalan beriringan dengan upaya memastikan seluruh fasilitas sekolah berada dalam kondisi aman.


Polisi secara khusus mengingatkan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap fasilitas yang memiliki potensi membahayakan keselamatan siswa, seperti sumur, saluran air, lubang terbuka, serta bangunan atau penutup fasilitas yang tidak lagi memenuhi standar keamanan.


Penutup sumur yang mengalami kerusakan perlu segera diperbaiki dengan konstruksi yang kuat dan dilengkapi pengamanan memadai agar tidak mudah diakses maupun membahayakan anak-anak.


Keselamatan Siswa Tidak Boleh Diabaikan


Peristiwa di Kecamatan Modo ini menjadi pengingat bahwa keselamatan peserta didik bukan hanya berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar, melainkan juga menyangkut kondisi fisik seluruh lingkungan sekolah.


Fasilitas yang terlihat sederhana, seperti penutup sumur, dapat berubah menjadi ancaman serius apabila tidak dirawat dan diamankan secara memadai.


Pihak sekolah diharapkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh area yang berpotensi membahayakan siswa. Pengawasan guru saat jam istirahat juga perlu menjadi perhatian agar aktivitas bermain anak tetap berlangsung dalam lingkungan yang aman.


Sementara itu, orang tua dan masyarakat diharapkan turut berperan aktif mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di sekitar sumur, saluran air, maupun fasilitas berbahaya lainnya.


Keberhasilan penyelamatan empat siswa tersebut patut disyukuri. Namun, kejadian ini hendaknya tidak berhenti sebagai sebuah peristiwa yang kemudian dilupakan.


Langkah evaluasi dan pembenahan fasilitas sekolah harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.


Sebab, keselamatan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh ditawar.



LIPUTAN12.COM – Mengabarkan Fakta, Mengawal Kepentingan Publik.

Sumber: Humas Polres Lamongan.

×
Berita Terbaru Update