- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

BUMDes Kedungpring Mandiri Ubah Dana Desa Jadi Aset Produktif, 9 Sapi Betina Sehat Jadi Motor Ketahanan Pangan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10/30/2026 11:35:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-30T16:35:03Z
Peternakan BUMDes Kedungpring Mandiri, Kecamatan Kemranjen, menjadi bagian dari program penguatan ketahanan pangan desa. Sebanyak sembilan ekor sapi betina dalam kondisi sehat dipelihara dengan melibatkan tenaga pengelola setempat sebagai upaya mengembangkan aset produktif dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.


Kedungpring, Liputan12.com – Komitmen Pemerintah Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen, dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat mulai diwujudkan melalui pengembangan sektor peternakan. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedungpring Mandiri, program ketahanan pangan yang bersumber dari alokasi Dana Desa kini diwujudkan dalam bentuk usaha produktif berupa pemeliharaan sembilan ekor sapi betina.


Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah desa dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Dana yang dialokasikan untuk ketahanan pangan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu berkembang menjadi aset desa yang memiliki nilai ekonomi dan berkelanjutan.


Kepala Desa Kedungpring, Joko Vitono, menyampaikan bahwa pengembangan peternakan sapi melalui BUMDes merupakan bagian dari upaya membangun kekuatan ekonomi desa dengan memanfaatkan anggaran secara produktif.


Menurutnya, program tersebut dirancang agar memiliki manfaat jangka panjang dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.


"Kami tidak ingin dana ketahanan pangan habis untuk kegiatan seremonial atau konsumtif semata. Pemilihan usaha peternakan sapi melalui BUMDes ini dirancang agar memiliki dampak berkelanjutan. Sembilan ekor sapi ini adalah modal awal yang nantinya diharapkan mampu berkembang untuk memutar roda ekonomi desa," ungkap Joko Vitono.


Sembilan Sapi Betina dalam Kondisi Sehat


Di balik pelaksanaan program tersebut, terdapat peran penting para pengurus dan tenaga lapangan yang setiap hari bertanggung jawab terhadap pemeliharaan ternak.


Sugiarto, salah seorang pengurus sekaligus petugas perawatan ternak yang sehari-hari bertugas mencari dan menyediakan pakan hijauan, menjelaskan bahwa kondisi sembilan ekor sapi yang dipelihara saat ini dalam keadaan sehat.


Ia menyebutkan, seluruh sapi yang berada di kandang BUMDes Kedungpring Mandiri merupakan sapi betina.


"Alhamdulillah, kondisi di kandang saat ini sangat menggembirakan. Sebanyak sembilan ekor sapi semuanya masih utuh, sehat walafiat, dan yang istimewa, kesembilan ekor sapi tersebut semuanya adalah sapi betina produktif," tutur Sugiarto saat ditemui di lokasi peternakan.


Pemilihan sapi betina tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan populasi ternak melalui perkembangbiakan. Dengan pengelolaan yang baik, keberadaan ternak tidak hanya menjadi aset yang dipelihara, tetapi juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi baru bagi desa.


Kembangkan Konsep Peternakan Terpadu


Tidak hanya mengembangkan peternakan sapi, pengelola BUMDes Kedungpring Mandiri juga memanfaatkan area kandang untuk memelihara puluhan ekor burung mentok.


Langkah ini menjadi bagian dari upaya memanfaatkan ruang dan sumber daya yang tersedia agar aktivitas peternakan dapat dikembangkan secara terpadu.


Ke depan, pengelolaan limbah peternakan, termasuk kotoran sapi dan unggas, berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik setelah melalui proses pengolahan yang tepat. Dengan demikian, sektor peternakan dapat memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan pertanian masyarakat.


Konsep tersebut membuka peluang terciptanya hubungan saling mendukung antara peternakan dan pertanian, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia apabila pengelolaannya dilakukan secara benar.


Membuka Peluang Ekonomi dan Lapangan Kerja


Keberadaan peternakan BUMDes Kedungpring Mandiri juga diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat sekitar.


Selain berpotensi memperkuat ketersediaan ternak di tingkat desa, program tersebut membuka ruang pemberdayaan tenaga kerja lokal, mulai dari penyediaan pakan, perawatan harian, pemantauan kesehatan ternak hingga pengelolaan usaha peternakan.


Apabila dikembangkan secara profesional, hasil usaha peternakan berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan BUMDes. Keuntungan yang diperoleh nantinya dapat digunakan kembali untuk pengembangan usaha maupun memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), sesuai ketentuan pengelolaan BUMDes.


Namun, keberhasilan program ini tentu tidak hanya diukur dari jumlah sapi yang dimiliki. Transparansi penggunaan anggaran, pencatatan aset, pengawasan kesehatan ternak, biaya operasional, serta laporan perkembangan usaha menjadi bagian penting yang harus dijaga.


Kepala Desa Optimistis Program Terus Berkembang


Joko Vitono menyampaikan optimismenya bahwa program peternakan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi Desa Kedungpring.


Ia berharap seluruh pengurus BUMDes tetap menjaga amanah dalam menjalankan usaha, sehingga aset yang telah dibangun melalui program ketahanan pangan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


"Sembilan ekor sapi ini baru titik awal. Jika dikelola dengan tekun, amanah, dan penuh rasa memiliki seperti yang ditunjukkan oleh rekan-rekan pengurus di kandang, hasilnya tidak hanya menjamin ketahanan pangan, tetapi juga mendongkrak taraf hidup warga Desa Kedungpring secara luas," pungkasnya.


Program peternakan BUMDes Kedungpring Mandiri menjadi gambaran bahwa pengembangan potensi desa membutuhkan perencanaan, pengelolaan, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.


Dengan pengawasan yang baik serta tata kelola yang transparan dan akuntabel, sembilan ekor sapi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi aset peternakan, melainkan titik awal tumbuhnya usaha ekonomi desa yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kedungpring.



Liputan12.com – Mengawal Informasi, Menyuarakan Fakta.

×
Berita Terbaru Update