![]() |
| Pemulihan pascabencana di Sumatera - Aceh, Sumut, Sumbar - memang masih tertahan di dua titik paling krusial: lahan untuk Huntap dan pendataan penyaluran Jadup. |
Aceh Tamiang, Liputan12.com - Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, masih menghadapi sejumlah kendala pada proses pemulihan pascabencana, terutama terkait ketersediaan lahan Hunian Tetap (Huntap) serta proses pendataan dan penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) bagi sebagian masyarakat.
"Proses pemulihan pascabencana telah memasuki fase keempat. Dan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang mengusulkan fase kelima dan keenam. Namun sejumlah kendala masih dihadapi, terutama terkait ketersediaan lahan huntap serta proses pendataan dan penyaluran jadup bagi sebagian masyarakat," jelas Armia Pahmi, saat menerima visitasi 32 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Selasa (15/9/26).
Dalam kesempatan itu, Bupati Armia Pahmi juga menyampaikan bahwa Pemkab Aceh Tamiang terus mempercepat pemulihan pascabencana, dengan fokus pada rehabilitasi infrastruktur, kantor pemerintahan, sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, serta pemulihan ekonomi masyarakat.
Selian itu, tambah Armia Pahmi, pemulihan juga dilakukan melalui bantuan stimulan, pembangunan hunian tetap (huntap) secara komunal maupun in situ, bantuan Kementerian Sosial berupa perabotan dan dukungan ekonomi keluarga, serta pemenuhan kebutuhan hidup dasar (jadup).
Di sektor pelayanan dasar, lanjutnya, rehabilitasi terus dilakukan terhadap RSUD, 15 puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), serta tiga kantor kepala desa yang mengalami kerusakan berat. Sejumlah sekolah terdampak juga telah mendapat dukungan untuk pemulihan.
Bupati berharap, pada momen visitasi tersebut bisa menjadi ruang berbagi pengalaman yang dapat melahirkan gagasan dan kebijakan untuk memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana.
Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI, Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., MA, menyampaikan bahwa visitasi tersebut bukan sekadar kunjungan lapangan, melainkan pembelajaran kepemimpinan melalui pengalaman nyata Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam menghadapi dan memulihkan daerah pascabencana.
Menurutnya, Aceh Tamiang dipilih karena pengalaman tersebut relevan dengan tema PKN, “Kepemimpinan Adaptif dalam Penguatan Tata Kelola Pemulihan Pasca Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi Daerah dan Nasional.”
Agus Sudrajat berharap para peserta dapat mempelajari proses pengambilan keputusan, kolaborasi lintas sektor, pemulihan aparatur, pelayanan publik, hingga dampaknya bagi masyarakat.
“Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi bagaimana menggerakkan kolaborasi dan menghadirkan pemerintah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan buku antara LAN RI dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang serta foto bersama.
Para peserta selanjutnya melakukan kunjungan lapangan ke Lubuk Sidup dan Suka Jadi sebagai bagian dari pembelajaran PKN Tingkat II.
Reporter : Sutrisno, Kaperwil Aceh Liputan12.com
