- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ignasius Iban, Penyandang Disabilitas di Desa Pong Majok Masih Menanti Bantuan Pascagempa

Selasa, 29 September 2026 | 9/29/2026 07:57:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-29T00:58:45Z
Sebulan pascagempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, Ignasius Iban, penyandang disabilitas di Desa Pong Majok, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, masih bertahan di tenda darurat setelah rumahnya rusak berat, dengan bantuan yang baru sekali diterimanya.


Manggarai Barat, Liputan12.com — Sejumlah warga terdampak gempa di Desa Pong Majok, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, masih membutuhkan perhatian dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar setelah rumah mereka mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.


Salah satunya adalah Ignasius Iban, warga penyandang disabilitas yang hingga kini masih bertahan di tenda darurat setelah rumah yang selama ini ditempatinya mengalami kerusakan berat.


Ignasius diketahui memiliki kondisi kaki yang mengalami pembengkakan serta benjolan pada bagian tangan. Di tengah keterbatasan tersebut, ia harus menjalani hari-hari di tempat pengungsian dengan kondisi serba terbatas.






Kepada Liputan12.com, Ignasius menyampaikan bahwa selama kurang lebih satu bulan pascagempa, dirinya baru satu kali menerima bantuan berupa sembako. Hingga kini, ia masih berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat maupun pihak lain yang bersedia memberikan bantuan kepada warga terdampak.


"Rumah saya rusak berat dan sampai sekarang masih tinggal di tenda," demikian keterangan Ignasius sebagaimana disampaikan kepada media.


Menurut informasi yang diterima Liputan12.com, kerusakan akibat gempa juga terjadi pada sejumlah rumah warga lainnya di Desa Pong Majok. Sedikitnya 24 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara enam rumah berbahan papan disebut hancur total.


Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih harus bertahan di tenda darurat, terlebih gempa utama disusul oleh sejumlah gempa susulan yang turut menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat.


Bagi Ignasius, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah bahan pangan, terutama beras, serta kebutuhan sehari-hari lainnya untuk menunjang kehidupannya selama masih berada di tenda pengungsian.


Ia berharap bantuan dapat disalurkan secara merata kepada warga yang terdampak, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.


"Harapannya ada bantuan beras dan kebutuhan sehari-hari, karena selama di tenda kebutuhan masih terbatas," ujarnya.


Kondisi yang dialami Ignasius menjadi gambaran bahwa proses pemulihan pascabencana masih membutuhkan perhatian bersama. Selain pemerintah, kepedulian masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha, maupun para donatur diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak sesuai hasil pendataan di lapangan.



Reporter: Yohanes Sinding

Editor: Tim Media Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update