- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

GUGUR DALAM TUGAS, DUA RELAWAN DAMKAR KALTENG MENINGGAL DUNIA SAAT BERJUANG PADAMKAN KARHUTLA

Sabtu, 05 September 2026 | 9/05/2026 05:43:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T10:43:20Z


Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Liputan12.com — Duka mendalam menyelimuti perjuangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dua relawan pemadam kebakaran dilaporkan meninggal dunia setelah berjibaku memadamkan kobaran api di wilayah berbeda.


Keduanya adalah Akhmad Rizani, Ketua Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK) Jekan Raya, Kota Palangka Raya, dan Ahmadin alias “Itam Madin”, relawan Damkar Huma Singgah Itah, Kabupaten Kotawaringin Barat.


Kepergian keduanya menjadi kabar duka bagi keluarga, rekan sesama relawan, serta berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.


Akhmad Rizani Gugur Setelah Enam Hari Dirawat


Akhmad Rizani meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026. Sebelumnya, ia mengalami kondisi drop ketika menjalankan tugas pemadaman kebakaran lahan di Jalan Rungan, kawasan belakang Kantor Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya.


Saat kondisi kesehatannya menurun, Rizani langsung dievakuasi oleh rekan-rekannya untuk mendapatkan pertolongan medis.


Ia kemudian menjalani perawatan di RS Betang Pambelum. Setelah berjuang selama kurang lebih enam hari dalam perawatan, nyawa Rizani akhirnya tidak dapat diselamatkan.


Rizani dikenal sebagai salah satu relawan yang berada di garis depan dalam upaya pengendalian kebakaran lahan di wilayah Jekan Raya.


Ahmadin “Itam Madin” Meninggal Setelah Bertugas di Tengah Kepulan Asap


Duka juga datang dari Kabupaten Kotawaringin Barat. Ahmadin alias “Itam Madin”, relawan Damkar Huma Singgah Itah, meninggal dunia setelah sebelumnya ikut menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.


Sebelum mengembuskan napas terakhir, Ahmadin sempat menjalani perawatan di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun.


Ia dilaporkan mengalami sesak napas setelah terpapar kondisi asap tebal di lokasi kebakaran. Keluhan tersebut disebut telah dirasakan selama sekitar satu pekan sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis.


Namun, upaya medis yang dilakukan tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat membenarkan adanya kabar duka tersebut. Berdasarkan keterangan BPBD, meninggalnya relawan tersebut diduga berkaitan dengan kelelahan setelah menjalankan tugas pemadaman di tengah kondisi medan yang berat.


Berjuang di Tengah Api dan Asap Tebal


Kondisi penanganan karhutla di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas dan relawan.


Dokumentasi yang beredar memperlihatkan kobaran api membakar kawasan hutan dan lahan. Asap tebal membumbung ke udara hingga menutupi langit di sekitar lokasi.


Sejumlah personel gabungan terlihat masih berjibaku melakukan pemadaman. Relawan dengan rompi keselamatan tampak berada di garis depan, sementara personel Manggala Agni terus berupaya menyemprotkan air ke arah titik api.


Tim PMI Kotawaringin Barat juga terlihat berada di lokasi untuk memberikan penanganan terhadap kondisi darurat yang terjadi selama proses pemadaman.


Medan yang sulit, suhu panas, kepulan asap, serta durasi pemadaman yang panjang membuat tugas para relawan bukan perkara ringan. Mereka harus bekerja dalam kondisi yang berisiko demi mencegah api semakin meluas.


Pengorbanan Relawan di Tengah Ancaman Karhutla


Meninggalnya Akhmad Rizani dan Ahmadin menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api, tetapi juga menyangkut keselamatan para petugas yang berada di garis terdepan.


Para relawan harus berhadapan langsung dengan panas, asap, medan terbakar, hingga kelelahan fisik saat menjalankan tugas kemanusiaan.


BPBD Kotawaringin Barat bersama berbagai unsur yang terlibat menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para relawan tersebut. Dedikasi dan pengorbanan mereka dinilai menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat, lingkungan, serta kawasan hutan dari ancaman kebakaran.


Di tengah ancaman karhutla yang masih menghantui Kalimantan Tengah pada musim kemarau, personel gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, relawan pemadam kebakaran, PMI, dan masyarakat masih terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian titik api.


Dua relawan telah pergi. Namun, perjuangan untuk mengendalikan karhutla masih terus berlangsung.


Selamat jalan Akhmad Rizani dan Ahmadin “Itam Madin”.


Semoga kedua almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.


Turut berduka cita sedalam-dalamnya. 🙏



Editor : Redaksi 

×
Berita Terbaru Update