- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Soroti Dugaan Kaitan Judi Online dengan Kendala Penerimaan PKH

Senin, 24 Agustus 2026 | 8/24/2026 06:51:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-23T23:55:30Z
Dugaan keterkaitan antara aktivitas judi online salah satu anggota keluarga dengan kendala penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi sorotan warga di Kabupaten Sampang. Warga berharap ada verifikasi transparan agar keluarga yang berhak tidak dirugikan akibat dugaan yang belum terverifikasi.


Sampang, Liputan12.com — Persoalan judi online kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Sampang. Kali ini, sejumlah warga menyoroti dugaan adanya keterkaitan aktivitas judi online yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga dengan kendala dalam memperoleh bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).


Persoalan tersebut menjadi perhatian karena bantuan sosial pada dasarnya ditujukan untuk membantu keluarga yang memenuhi kriteria berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, warga mempertanyakan apabila sebuah keluarga yang merasa masih berada dalam kondisi membutuhkan bantuan justru mengalami kendala dalam memperoleh PKH.


Meski demikian, dugaan adanya hubungan antara aktivitas judi online dengan status penerima PKH tersebut belum dapat dipastikan. Warga menyadari bahwa diperlukan pemeriksaan, pencocokan data, serta penjelasan resmi dari instansi yang memiliki kewenangan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak.


Sejumlah warga berharap proses verifikasi penerima bantuan dilakukan secara menyeluruh. Penilaian, menurut mereka, sebaiknya tidak hanya melihat satu aspek atau dugaan tertentu, tetapi mempertimbangkan kondisi keluarga secara objektif berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku.


«“Kalau memang ada anggota keluarga yang terlibat judi online, kami berharap persoalannya diperiksa dengan jelas. Jangan sampai anggota keluarga lain yang tidak terlibat ikut dirugikan,” ujar seorang warga.»


Warga menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan ruang klarifikasi. Apabila terdapat keluarga yang merasa namanya tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan atau mengalami kendala dalam proses penyaluran, pemerintah diharapkan menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah, terbuka, dan dapat ditindaklanjuti.


Menurut masyarakat, keterbukaan dalam proses pendataan menjadi hal penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman. Dengan adanya mekanisme klarifikasi, warga dapat mengetahui alasan sebenarnya apabila terdapat perubahan status penerima bantuan sekaligus dapat memperbaiki data apabila ditemukan ketidaksesuaian.


Di sisi lain, masyarakat juga menyoroti dampak judi online terhadap kehidupan keluarga. Aktivitas tersebut dinilai bukan hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga apabila dilakukan secara terus-menerus.


Warga berharap upaya pemberantasan judi online tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai risiko yang ditimbulkan. Edukasi tersebut dinilai penting agar masyarakat, khususnya keluarga dengan kondisi ekonomi rentan, tidak semakin terbebani akibat aktivitas perjudian digital.


«“Kami berharap pemerintah serius memberantas judi online. Jangan sampai aktivitas tersebut merusak kondisi ekonomi keluarga,” harap warga.»


Selain itu, masyarakat meminta pengawasan terhadap penggunaan data kependudukan terus diperkuat. Data seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) merupakan bagian penting dalam berbagai layanan publik, sehingga penggunaannya perlu dijaga agar tidak disalahgunakan untuk aktivitas digital yang merugikan masyarakat.


Warga juga berharap adanya koordinasi antara pemerintah daerah, instansi sosial, serta pihak terkait lainnya dalam melakukan pemutakhiran data penerima bantuan. Pemutakhiran data dinilai penting agar bantuan sosial benar-benar diberikan kepada masyarakat yang sesuai dengan kriteria dan kondisi terkini.


Dalam persoalan PKH, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa diterima atau tidaknya bantuan. Proses penentuan status penerima juga dinilai harus dapat dipahami masyarakat, terutama ketika terdapat perubahan data atau status kepesertaan.


Apabila memang terdapat ketentuan tertentu yang menyebabkan seseorang atau sebuah keluarga tidak lagi memenuhi syarat menerima bantuan, warga berharap alasan tersebut dapat disampaikan secara terbuka melalui mekanisme yang resmi.


Sebaliknya, apabila ditemukan adanya kesalahan data, masyarakat berharap tersedia ruang perbaikan sehingga warga yang sebenarnya memenuhi persyaratan tidak kehilangan haknya hanya karena persoalan administrasi atau data yang belum diperbarui.


Terkait dugaan hubungan aktivitas judi online dengan kendala penerimaan PKH, masyarakat menegaskan bahwa diperlukan penjelasan dan konfirmasi dari instansi pemerintah yang berwenang. Hal tersebut penting agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan stigma maupun tudingan terhadap keluarga tertentu.


Warga juga berharap persoalan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat transparansi dalam penyaluran bantuan sosial sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya judi online.


Pada akhirnya, masyarakat menginginkan dua persoalan tersebut dapat ditangani secara proporsional. Pemberantasan judi online harus terus dilakukan untuk melindungi masyarakat dari dampak sosial dan ekonomi, sementara penyaluran PKH tetap harus berpedoman pada data, kriteria, serta ketentuan resmi yang berlaku.


Dengan adanya verifikasi yang transparan, mekanisme pengaduan yang mudah diakses, serta pemutakhiran data secara berkala, masyarakat berharap tidak ada keluarga yang dirugikan akibat kesalahan informasi maupun kesimpulan yang belum terverifikasi.


Masyarakat pun meminta pemerintah memastikan bahwa setiap warga yang benar-benar memenuhi persyaratan dapat memperoleh bantuan sesuai ketentuan, sementara setiap dugaan pelanggaran terkait judi online tetap ditangani melalui prosedur dan kewenangan yang semestinya.



Penulis : Saladin

Editor   : Sonhaji

×
Berita Terbaru Update