- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polri Ingatkan Orang Tua Awasi Anak, Jangan Biarkan Terlibat Aksi yang Berpotensi Ricuh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 8/29/2026 04:51:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-29T09:51:26Z
Kepolisian Daerah Riau mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terlibat dalam aksi penyampaian aspirasi yang berpotensi ricuh dan membahayakan keselamatan.


Pekanbaru, Liputan12.com – Kepolisian mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di tengah adanya kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat yang berpotensi diwarnai kericuhan.


Polri menegaskan, anak-anak harus dijauhkan dari lokasi aksi yang berisiko membahayakan keselamatan mereka. Orang tua diminta tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan pemahaman agar anak tidak mudah terbawa ajakan atau sekadar ikut-ikutan dalam kegiatan yang dapat menimbulkan risiko.


Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Akmadi, S.I.K., mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anak tetap berada dalam lingkungan yang aman, terutama ketika muncul informasi mengenai kegiatan aksi di suatu wilayah.


“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Akmadi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026).


Menurut Akmadi, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dilindungi dan dihormati. Namun, pelaksanaannya tetap harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum serta menjaga ketertiban dan keselamatan.


Dalam konteks tersebut, anak-anak dinilai membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih dari orang dewasa. Jangan sampai mereka terseret ke dalam situasi yang sebenarnya tidak mereka pahami sepenuhnya dan berpotensi berdampak terhadap keselamatan maupun masa depan mereka.


“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.


Akmadi juga mendorong orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak. Orang tua diharapkan mengetahui aktivitas, lingkungan pergaulan, serta informasi yang diikuti anak, khususnya ketika terdapat ajakan atau informasi mengenai aksi penyampaian aspirasi.


“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan,” tuturnya.


Ia mengingatkan agar anak tidak sekadar mengikuti ajakan teman maupun tren di lingkungan sekitarnya tanpa memahami risiko yang mungkin terjadi.


“Yang paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan,” tegasnya.


Polri, lanjut Akmadi, tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan perlindungan terhadap anak. Peran keluarga, masyarakat, sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.


Karena itu, orang tua diminta menjadi benteng pertama dalam melindungi anak dari situasi yang berpotensi membahayakan.


“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkas Akmadi.



Editor: Alfitria

×
Berita Terbaru Update