![]() |
| Khidmat! Peringatan Maulid dan Haul Sesepuh Ponpes Gedangan di Kedungdung Sampang |
Sampang, Liputan12.com — Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Kampoeng Depah, Dusun Bates, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Ratusan jamaah dari berbagai wilayah memadati kediaman Saudara Ta’i untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang digelar dalam suasana penuh kebersamaan dan keberkahan, (19-08-2026).
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin bulanan Jam’iyyah Muti’in Mukhlisin yang berada di bawah asuhan Pondok Pesantren Gedangan. Pada kesempatan kali ini, kegiatan rutin tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul para sesepuh dan pendiri Pondok Pesantren Gedangan.
Sejak awal acara, lantunan sholawat dan bacaan-bacaan keagamaan terdengar menggema. Para jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khusyuk, sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus penghormatan terhadap para ulama dan sesepuh yang telah berjasa dalam perkembangan syiar Islam di wilayah Kedungdung dan sekitarnya.
Tiga Momentum Keagamaan dalam Satu Majelis
Rangkaian kegiatan tersebut memadukan tiga agenda utama yang memiliki nilai spiritual dan sosial bagi masyarakat.
Pertama, rutinan Jam’iyyah Muti’in Mukhlisin menjadi wadah bagi jamaah untuk memperkuat keimanan, memperbanyak dzikir, serta menambah pemahaman terhadap ajaran agama secara istiqamah.
Kedua, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diisi dengan pembacaan sejarah dan pujian kepada Rasulullah SAW serta lantunan sholawat yang diikuti para jamaah. Momentum tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali rasa cinta dan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW.
Ketiga, Haul sesepuh Pondok Pesantren Gedangan menjadi momentum untuk mengirimkan doa dan tahlil bagi para ulama, sesepuh, serta pendiri pesantren yang telah mendarmabaktikan hidupnya dalam perjuangan dakwah dan pendidikan Islam.
Pererat Ukhuwah dan Kebersamaan Warga
Tuan rumah, Saudara Ta’i, menyambut hangat kehadiran seluruh jamaah yang datang. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini bukan hanya menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan masyarakat.
Kehadiran ratusan jamaah menunjukkan bahwa tradisi majelis keagamaan masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat. Selain menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bertemu, bersilaturahmi, dan memperkuat ukhuwah antarwarga.
Nilai-nilai keislaman yang penuh kasih sayang serta keteladanan para ulama diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Dengan demikian, tradisi keagamaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Desa Daleman.
Rangkaian Acara Berlangsung Khidmat
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Acara diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah yang dipimpin langsung oleh KH. Ma’ali Zain.
Selanjutnya, pembacaan Surat Yasin dipimpin oleh Ustaz Kurdi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin H. Hifni Sulaiman.
Suasana semakin semarak ketika tim hadrah Pondok Pesantren Gedangan membawakan Syaroful Anam. Lantunan sholawat tersebut disambut antusias oleh para jamaah yang hadir.
Memasuki sesi kajian agama, KH. Abd. Wahhab Zain menyampaikan kajian mengenai kitab Sullamut Taufiq. Dalam kajiannya, ia menjelaskan tentang hakikat istilah mukallaf, yakni orang yang telah memenuhi ketentuan untuk dibebani kewajiban syariat.
Kajian tersebut menekankan pentingnya memahami kewajiban agama, termasuk mengucapkan syahadat sebagai pintu masuk Islam serta menjalankan ajaran Islam secara utuh dan istiqamah sepanjang kehidupan.
Setelah kajian, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Fihubbi yang dipimpin oleh KH. Maksum Zain. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH. Ma’ali Zain.
Kegiatan keagamaan tersebut diharapkan dapat terus menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan para ulama dan sesepuh kepada masyarakat.
Reporter: Agus Mandie
Sumber: LIPUTAN12







