Labuhanbatu – Liputan12.com – Meskipun upaya pemberantasan narkoba di wilayah Labuhanbatu terus digencarkan oleh Polres Labuhanbatu dan Badan Narkotika Nasional (BNN), warga Kecamatan Marbau justru mengeluhkan maraknya kembali peredaran sabu yang diduga dikendalikan oleh sosok berinisial "Coy". Keluhan ini muncul setelah sebelumnya pihak kepolisian berhasil melakukan dua kali penggerebekan terhadap bandar besar narkoba di wilayah Aek Kanopan.
Maraknya peredaran narkotika jenis sabu di berbagai wilayah Kecamatan Marbau menjadi perhatian serius masyarakat. Sosok yang diduga sebagai pengendali peredaran tersebut disebut-sebut bernama lengkap "Coy" dengan nama keluarga Dasopang, yang bertempat tinggal di Desa Belungkut, Kecamatan Marbau. Keluhan ini disampaikan secara langsung oleh perwakilan masyarakat kepada awak media pada Minggu (11/7/2026).
Menurut informasi dari warga, titik rawan peredaran sabu meliputi beberapa desa di Kecamatan Marbau, antara lain Desa Sumberjo Kongsi Enam, Desa Pare-Pare, Desa Belungkut, hingga Desa Marbau Selatan. Praktik peredaran narkoba ini disebut telah berlangsung lama dan sempat mereda, namun kembali aktif bahkan semakin marak dalam beberapa waktu terakhir.
Warga mengaku merasa kecewa karena aktivitas tersebut diduga telah berjalan cukup lama namun belum pernah tersentuh oleh tangan hukum, sehingga menimbulkan keresahan yang semakin besar di tengah masyarakat. Berdasarkan pengakuan warga, pelaku awalnya beroperasi dengan sangat hati-hati dan menggunakan modus "layang-layang" atau penjualan secara tersembunyi saat pengawasan dari aparat menjadi ketat. Namun kini, aktivitas peredaran tersebut disebut sudah berjalan dengan terang-terangan dan tidak lagi disembunyikan.
Seorang warga yang meminta agar identitasnya dirahasiakan menyampaikan keluhan dengan jelas. "Coy main lagi bang! Kemarin itu jualan sabu sempat mereda, tapi sebenarnya tetap berjalan dengan istilahnya 'layang-layang' bang. Artinya penjualannya dilakukan secara tersembunyi melalui orang tengah. Tapi sekarang bukan lagi layang-layang, sudah bebas saja jualannya di berbagai titik. Bandar besarnya namanya 'Coy', dia punya beberapa titik lokasi khusus untuk tempat jualan sabu, dan bisnisnya semakin besar serta meluas ke berbagai desa di Marbau," ujar warga tersebut dengan nada khawatir.
Selain itu, warga juga menyoroti satu kejadian penggerebekan yang dilakukan di Desa Belungkut beberapa waktu yang lalu namun tidak membuahkan hasil yang optimal. "Pernah dilakukan penggerebekan ke lokasi yang diduga menjadi markasnya, tapi sayangnya informasi mengenai jadwal penggerebekan langsung bocor sebelum dilakukan. Akibatnya, ketika petugas tiba di lokasi, hanya menemukan plastik klip kosong dan beberapa alat hisap bong saja. Pelakunya sudah berhasil lolos dengan membawa seluruh barang bukti. Kami sebagai warga merasa kecewa dengan kinerja aparat penegak hukum di sini," tambahnya mengungkapkan rasa kekecewaannya.
Menanggapi keluhan yang disampaikan oleh masyarakat, Kapolsek Marbau AKP Jonly HW saat dikonfirmasi langsung oleh awak media menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan tindakan penindakan lebih lanjut. "Kami sangat menghargai informasi yang diberikan oleh masyarakat. Terima kasih atas informasinya, kami akan segera melakukan penyelidikan mendalam dan tindak lanjuti secara maksimal untuk mengungkap kasus ini," tegasnya dengan penuh komitmen.
Warga Marbau berharap agar pihak Polres Labuhanbatu, BNN Kabupaten Labuhanbatu, hingga Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara dapat bekerja sama secara sinergis untuk mengambil langkah tegas dalam memberantas jaringan peredaran sabu di Kecamatan Marbau sampai ke akarnya. Masyarakat juga berharap agar tidak ada lagi kebocoran informasi dalam proses penindakan, sehingga setiap pelaku dapat ditangkap dan diadili sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
(Rnl)
