![]() |
| - "Perjalanan Panjang Sekda Wawan di Sampang Berakhir, Tokoh Pers Apresiasi Kontribusi Besar" |
Sampang – Liputan12.com -- Akhir Juli 2026 menjadi momen yang penuh emosi dalam jagat birokrasi Kabupaten Sampang. H. Yuliadi Setiyawan, S.Sos., M.Si., yang akrab disapa Haji Wawan, bersiap menyudahi perjalanan panjangnya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) yang telah dimulai sejak Juli 2019. Sebagai motor penggerak utama Aparatur Sipil Negara (ASN) Sampang, sosok yang dikenal pekerja keras ini dengan bangga mengingat perjalanan panjangnya mengawal kepemimpinan Bupati H. Slamet Junaidi hingga periode kedua saat ini.
Di mata Wawan, Bupati yang akrab disapa Aba Idi bukan hanya seorang pemimpin formal, melainkan figur yang tegas, penuh inovasi, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap masyarakat Sampang. Di bawah komando Aba Idi, Kabupaten Sampang berhasil mencatatkan prestasi gemilang, antara lain menyabet predikat Kabupaten Terinovatif Se-Indonesia, meraih berbagai penghargaan dari tingkat regional hingga nasional, berhasil menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan, serta melakukan percepatan pembangunan infrastruktur yang menyentuh berbagai pelosok daerah.
"Mendampingi beliau selama tujuh tahun penuh adalah kebanggaan yang tak ternilai dan akan menjadi sejarah besar dalam hidup saya. Beliau adalah sosok pemimpin yang sungguh ikhlas menghibahkan hidupnya untuk kemajuan masyarakat Sampang," ungkap Wawan dengan nada penuh rasa kagum.
Dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru, Wawan mengenang kembali momen awal perjuangan mereka bersama pada tahun 2019 silam, ketika mereka baru saja memulai perjalanan untuk membangun Sampang yang lebih baik.
"Saya ingat betul candaan yang penuh makna dari Bupati saat kita baru mulai bekerja sama, 'Ayo Pak Sekda, bantu saya hibahkan hidup agar bermanfaat dengan melayani masyarakat 25 jam dalam sehari,'" kenangnya sambil mengusap mata dan kemudian tersenyum, menyiratkan kerinduan mendalam akan masa-masa awal pengabdian yang penuh semangat tersebut.
Apresiasi yang sangat tinggi terhadap kinerja Haji Wawan selama menjabat juga disuarakan oleh tokoh pers daerah, Fathor Rahman, S.Sos. Ketua Media Center Sampang (MCS) sekaligus Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sampang yang akrab disapa Mamang ini menilai Haji Wawan sebagai sosok Sekdakab yang tidak hanya kompeten, tetapi juga kharismatik dan penuh wibawa.
"Aba Wawan adalah Sekda yang benar-benar Kharismatik, Jantung Pemersatu seluruh elemen birokrasi, serta Penjaga Keseimbangan yang handal dalam setiap kebijakan yang diambil," ucap Mamang dengan penuh penghargaan.
Menurut Mamang, peran Wawan selama menjabat tidak hanya sebatas menjalankan fungsi administratif sebagai penolong Bupati, melainkan lebih dari itu – ia berhasil menjadi 'jantung' yang mampu mempersatukan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah satu visi pembangunan. Di tengah tantangan berat berupa pemotongan anggaran dari pemerintah pusat yang terjadi beberapa kali, Wawan dinilai telah berhasil meninggalkan warisan strategi fiskal yang sangat kokoh dan menjadi pondasi kuat bagi keuangan daerah ke depannya.
Di antara berbagai keberhasilan yang dicapai, terdapat beberapa langkah strategis yang menjadi ciri khas kepemimpinan Wawan, antara lain sikap tegas dalam mengevaluasi dan mencoret program-program OPD yang bersifat non-prioritas serta tidak memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Selain itu, ia juga sukses menggenjot pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai terobosan, seperti digitalisasi seluruh proses administrasi pendapatan daerah dan optimalisasi berbagai potensi lokal yang selama ini belum tereksplorasi secara maksimal.
"Lebih dari itu, Aba Wawan juga telah mewariskan standar estafet kepemimpinan yang sangat baik serta contoh loyalitas tanpa batas yang patut diteladani oleh penerusnya nanti. Saya sangat menyadari betapa sulitnya posisi yang telah dijalani oleh beliau dengan sangat baik," tambah Mamang.
Ia menjelaskan bahwa peran Sekdakab bukanlah sesuatu yang mudah, karena menjadi puncak karier dalam dunia birokrasi yang menuntut keahlian luar biasa dari berbagai aspek. "Tidak mudah menjabat sebagai orang nomor satu di birokrasi ASN. Menjadi Sekdakab berarti harus berdiri tegak dengan satu kaki sebagai ASN profesional yang taat pada aturan dan etika, sementara di kaki lainnya harus mampu bergerak lincah dalam mendampingi tugas-tugas Bupati yang sarat dengan dinamika jabatan politik dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," papar Mamang dengan jelas.
Menjelang momen penyerahan tongkat estafet kepemimpinan birokrasi daerah, Aba Wawan menitipkan pesan yang sangat kuat kepada pihak yang akan menggantikannya kelak. Ia berharap penggantinya mampu menjadi mitra strategis yang jauh lebih baik untuk mendukung akselerasi visi besar Bupati H. Slamet Junaidi dalam membangun Sampang menjadi daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Bagi birokrat senior yang telah mengabdi selama puluhan tahun ini, purnatugas bukanlah akhir dari segala bentuk kontribusinya bagi daerah. Sebaliknya, ia melihatnya hanya sebagai perpindahan ruang juang untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Menurut saya, manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Walau nanti saya sudah berada di luar sistem pemerintahan resmi, saya akan selalu siap memberikan kontribusi pemikiran dan tenaga saya setiap saat demi kemajuan Kabupaten Sampang yang kita cintai ini," pungkas Aba Wawan dengan penuh semangat dan harapan.
(Saladin)
