- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Petani Tembakau Sereseh Sampang Menanti Panen, Cuaca Mendung Tiap Hari Bikin Hati Dag-dig-dug Cemas

Kamis, 16 Juli 2026 | 7/16/2026 09:48:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-16T02:48:55Z

Sampang, Liputan12.com, – Momen panen yang paling dinanti oleh ratusan petani tembakau di wilayah Kecamatan Sereseh, Kabupaten Sampang, sudah semakin dekat. Setelah melalui bulan-bulan panjang merawat tanaman dengan penuh kesabaran – mulai dari menyemai bibit, menanam, menyiram secara teratur, hingga menjaga dari serangan hama dan penyakit – kini para petani tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memetik hasil jerih payah mereka.

Namun, perasaan lega dan antusias yang seharusnya menyambut masa panen justru tergantikan oleh rasa kecemasan yang mendalam. Pasalnya, belakangan ini kondisi cuaca di wilayah Sereseh dan sekitarnya tidak mendukung, di mana hampir setiap hari langit tertutup oleh awan tebal dan mendung yang menggantung rendah. Potensi terjadinya hujan kapan saja membuat mereka terus menerus merasa gelisah, hati rasanya dag-dig-dug memikirkan risiko besar yang mungkin akan mereka hadapi.

Tembakau merupakan komoditas unggulan yang telah lama menjadi tumpuan harapan ekonomi bagi banyak keluarga di Kecamatan Sereseh. Tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi ini sangat sensitif terhadap kondisi cuaca, terutama saat memasuki fase akhir sebelum panen dan proses pengeringan daun. Tembakau membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup dan udara yang kering agar daunnya dapat berkembang dengan baik dan memiliki kualitas yang optimal.

Jika kondisi cuaca tetap mendung atau bahkan turun hujan secara terus menerus, dampaknya bisa sangat merugikan. Kualitas daun tembakau bisa menurun drastis, daun berisiko terserang jamur dan berbagai penyakit akibat kelembapan yang tinggi, hingga berat panen serta harga jual di pasar nantinya bisa mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini tentunya akan berdampak langsung pada pendapatan keluarga petani yang selama ini mengandalkan hasil bumi ini.

“Kami sudah merawat dengan susah payah berbulan-bulan, mulai dari awal musim tanam hingga sekarang sebentar lagi mau dipetik, tapi langit terus mendung begini tanpa ada tanda-tanda akan cerah. Kalau sampai hujan terus menerus menjelang panen atau saat proses pengeringan, bisa-bisa seluruh hasil yang kita harapkan jadi rusak dan harga jualnya jatuh bebas. Hati rasanya tidak tenang setiap hari, selalu melihat ke arah langit setiap pagi hari,” ungkap salah satu petani tembakau yang tinggal di Desa Sereseh Timur dengan nada yang penuh kekhawatiran.

Para petani di wilayah ini menyampaikan harapan yang mendalam agar cuaca segera berubah menjadi cerah, dengan matahari yang bersinar terang dan stabil dalam beberapa minggu ke depan. Dengan kondisi cuaca yang mendukung, mereka berharap dapat melakukan proses panen dengan aman dan lancar, mengeringkan hasil panen dengan baik sesuai standar kualitas, sehingga kerja keras mereka selama berbulan-bulan bisa terbayar dengan hasil yang memuaskan dan memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi keluarga mereka.

 

Penulis: Tim Liputan12 / Agus Mandie

×
Berita Terbaru Update