OGAN ILIR, Liputan12.com – Pelaksanaan proyek pembangunan fasilitas sanitasi septik individual di Desa Tebing Gerinting Utara, Kecamatan Indralaya Selatan, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi, yang dikerjakan menggunakan sistem swakelola desa.
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp666.208.200, dialokasikan untuk pembangunan sebanyak 58 unit toilet dan tangki septik individual. Program ini sejatinya bertujuan meningkatkan akses sarana sanitasi layak dan sehat bagi masyarakat setempat.
Namun berdasarkan pantauan awak media di lokasi pekerjaan, ditemukan kejanggalan mencolok terkait spesifikasi konstruksi. Dugaan sementara yang terlihat di lapangan, besi pengaku atau behel yang berfungsi memperkokoh bangunan hanya terpasang satu batang, padahal sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disepakati seharusnya berjumlah empat batang untuk setiap unitnya.
Masyarakat yang memantau pelaksanaan mempertanyakan alasan pengurangan material krusial tersebut. “Ini uang negara yang diperuntukkan rakyat. Jika direncanakan empat batang demi kekuatan bangunan, kenapa yang terpasang diduga hanya satu? Ke mana sisanya? Apakah keamanan dan kualitas bangunan dikorbankan hanya demi menyelesaikan administrasi?” ujar salah satu warga.
Pengamat hukum sekaligus Ketua DPP Jaringan Anti Korupsi (Jakor) Sumsel, Fadrianto.TH menegaskan, meskipun dikerjakan secara swakelola, penggunaan dana APBN/DAK tetap terikat aturan ketat dan dokumen perencanaan yang sah. “Setiap rincian anggaran dan spesifikasi teknis wajib dipenuhi sesuai kesepakatan. Mengurangi material penyangga struktur adalah pelanggaran prinsip akuntabilitas dan mutu pekerjaan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, perangkat desa maupun pengelola kegiatan belum dapat dikonfirmasi. Masyarakat meminta Inspektorat dan instansi terkait segera turun memeriksa guna memastikan seluruh 58 unit dibangun sesuai spesifikasi, serta mempertanggungjawabkan setiap rupiah anggaran negara yang digunakan.