- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

RUMAHNYA RUSAK BERAT, WARGA KAJEN TERIMA BANTUAN RP15 JUTA DARI PEMPROV JATENG LEWAT PEMKAB TEGAL

Kamis, 11 Juni 2026 | 6/11/2026 09:08:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-11T14:08:49Z

SLAWI, Liputan12.com – Amiruddin (58) sudah beberapa pekan tinggal menumpang di rumah saudara setelah rumahnya di RW 09 Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, mengalami kerusakan berat akibat pergerakan tanah dan tidak lagi layak dihuni. Pada Rabu (10/06/2026) pagi, ia menjadi salah satu dari 21 kepala keluarga yang menerima bantuan stimulan sebesar Rp15 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Tegal.

"Saat ini kami tinggal sementara di rumah saudara sambil menunggu proses relokasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tegal dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas bantuan yang diberikan kepada warga terdampak," ujar Amiruddin saat menerima bantuan secara simbolis.

Penyerahan Bantuan Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026 dengan total nilai Rp315 juta dilaksanakan di Balai Desa Kajen, dihadiri langsung oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Sekretaris Daerah Amir Makhmud, serta jajaran pemerintah daerah terkait.



Bupati Ischak menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus sebagai bentuk komitmen untuk tidak membiarkan warga menghadapi persoalan ini sendirian.

"Sejak awal kejadian, Pemerintah Kabupaten Tegal terus mengawal penanganan bencana ini, mulai dari distribusi bantuan darurat hingga proses persiapan relokasi warga. Pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi persoalan ini sendirian," tegasnya dalam sambutannya.

Ischak menjelaskan bahwa sebanyak 21 rumah warga di Desa Kajen mengalami kerusakan berat akibat pergerakan tanah sehingga tidak dapat lagi ditempati dan perlu direlokasi ke lokasi yang lebih aman di Desa Dukuhlo. Proses penyediaan lahan relokasi masih terus berjalan dan secara ketat dikawal oleh pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi warga yang akan tinggal di sana.

Selain bantuan stimulan yang telah diberikan, pihaknya juga akan terus mengupayakan bantuan lanjutan untuk pembangunan hunian tetap bagi para korban melalui koordinasi erat dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

"Kami berharap bapak ibu penerima bantuan tetap sabar dan semangat menghadapi masa transisi ini. Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus mendampingi dan mengawal seluruh proses pemulihan ini sampai masyarakat bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman untuk tinggal bersama keluarga," ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud menjelaskan bahwa total bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp315 juta. Masing-masing dari 21 kepala keluarga penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta yang telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima melalui Bank Jateng Cabang Slawi sejak tanggal 26 Mei 2026.

"Hasil verifikasi lapangan yang dilakukan secara bersama-sama oleh tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Tegal telah menetapkan sebanyak 21 unit rumah warga yang mengalami kerusakan berat dan memenuhi seluruh syarat sebagai penerima bantuan," ujar Amir.

Ia menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan secara penuh transparan dan akuntabel, tanpa adanya potongan dalam bentuk apa pun. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal juga diminta untuk terus mendampingi dan memantau agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan utama rehabilitasi dan pemulihan pascabencana.

Amiruddin berharap bahwa penanganan bencana tanah bergerak di wilayah Desa Kajen dapat terus dilakukan secara komprehensif agar dampaknya tidak semakin meluas ke permukiman warga lainnya. Bagi dirinya dan 20 keluarga lainnya yang terkena dampak, bantuan yang diterima ini menjadi secercah harapan di tengah penantian panjang menuju hunian baru yang aman dan layak huni.


Ag

×
Berita Terbaru Update