- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemko Payakumbuh Siapkan Optimalisasi Rp. 116,9 Milyar Dari Pemerintah Pusat untuk Mitigasi Bencana, Inflasi, Pemulihan Ekonomi, Dan Infrastruktur

Kamis, 18 Juni 2026 | 6/18/2026 01:58:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-17T18:58:42Z

Payakumbuh, Liputan12.com – Pemerintah Kota Payakumbuh menyiapkan langkah optimalisasi penggunaan dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp116,96 miliar yang diberikan pemerintah pusat. Dana ini akan dialokasikan untuk memperkuat upaya mitigasi bencana, pengendalian inflasi, pemulihan ekonomi, serta pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat.

Komitmen ini mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi Bantuan Keuangan ke Daerah Bencana di Sumatera, yang diikuti Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman bersama Sekretaris Daerah, Asisten III, dan perangkat daerah terkait secara virtual dari Aula Riza Falepi pada Jumat (13/6/2026).

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan tambahan anggaran kepada daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan serta ketahanan daerah terhadap ancaman potensi bencana.



Tito juga mengapresiasi kepedulian daerah-daerah yang menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas melalui dukungan bantuan kepada wilayah yang terdampak bencana.

“Terima kasih kepada kepala daerah yang telah menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu daerah terdampak bencana. Bantuan seperti ini sangat berarti untuk mempercepat pemulihan masyarakat,” ujar Tito.

Berdasarkan arahan pemerintah pusat, penggunaan tambahan TKD bagi daerah yang tidak terdampak langsung bencana diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas, antara lain mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, penanaman pohon dan perbaikan lingkungan, bantuan keuangan kepada daerah terdampak bencana, pengendalian inflasi, pemulihan ekonomi, pembangunan serta pemeliharaan sarana-prasarana, serta dukungan relokasi dan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana.

Bagi masyarakat Kota Payakumbuh, pemanfaatan dana tambahan ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, perbaikan kualitas lingkungan, peningkatan mutu infrastruktur pelayanan publik, pengendalian harga kebutuhan pokok, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.

Selain memperkuat program pembangunan dan ketahanan daerah, Pemerintah Kota Payakumbuh juga menunjukkan komitmen solidaritas antardaerah dengan mengalokasikan bantuan keuangan masing-masing sebesar Rp1 miliar kepada Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota yang terdampak bencana.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan pemerintah pusat melalui tambahan TKD tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan yang diberikan melalui tambahan Transfer ke Daerah. Dana ini akan kami optimalkan untuk memperkuat ketahanan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi warga,” katanya.

Menurut Elzadaswarman, arahan dari Mendagri sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membangun daerah yang tangguh terhadap berbagai ancaman bencana sekaligus mampu menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa penggunaan dana tambahan akan dilakukan secara efektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Arahan Bapak Menteri menjadi perhatian serius bagi kami. Langkah-langkah tindak lanjut terhadap alokasi dana akan segera kami lakukan sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan. Sementara itu, bantuan yang kami salurkan kepada daerah terdampak merupakan wujud kepedulian dan semangat gotong royong antardaerah,” ujarnya.

Elzadaswarman menambahkan bahwa bencana merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Karena itu, upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan pascabencana memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen terkait untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.


Aldo 

×
Berita Terbaru Update