LABUHANBATU, Liputan12.com – Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap puluhan jaringan peredaran narkoba dan menyita barang bukti dalam jumlah besar dalam rangkaian Operasi Antik Toba 2026. Operasi yang dilakukan oleh jajaran Satresnarkoba Polres Labuhanbatu ini dipimpin oleh Wakapolres Labuhanbatu yang mewakili Kapolres, didampingi Kasatresnarkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H.
Pengungkapan kasus dilakukan di seluruh wilayah hukum Polres Labuhanbatu, dengan fokus pada titik rawan di kawasan pesisir seperti Panai Hilir, Panai Tengah, Bilah Hilir, dan Kualuh Leidong. Operasi kewilayahan yang berlangsung selama 21 hari, mulai tanggal 13 Mei hingga 2 Juni 2026, bertujuan untuk memberantas peredaran gelap narkotika dan menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya zat terlarang. Keberhasilan ini diraih melalui penguatan kerja intelijen di titik-titik rawan serta koordinasi erat dengan Polsek daerah pantai.
Dalam periode 21 hari pelaksanaan operasi, pihak kepolisian berhasil membuat sebanyak 81 Laporan Polisi (LP) dengan total 91 tersangka yang diamankan. Satresnarkoba Polres Labuhanbatu menjadi motor utama dalam operasi ini dengan mengungkap 44 LP dan menangkap 55 tersangka, sementara Polsek daerah pantai menyumbang 14 LP dan 17 tersangka.
Lonjakan Jumlah Barang Bukti Lebih Tajam Dibanding Tahun 2025
- Sabu: dari 274,6 gram menjadi 1.354,48 gram (sekitar 1,3 kg), mengalami kenaikan sebesar 393,26%
- Ganja: dari tidak ada sitaan menjadi 4.504 gram
- Pil Ekstasi: 35 butir
- Pil Happy Five (H-5): 5 butir
Selain zat narkotika, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah aset yang diduga merupakan hasil atau sarana kejahatan, antara lain uang tunai senilai Rp11.429.000, 30 unit sepeda motor, 46 unit telepon genggam, 5 timbangan elektrik, dan 1 unit mobil.
Berdasarkan perhitungan pihak kepolisian, sitaan barang bukti tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 13.545 jiwa dari ketergantungan sabu dan 4.504 jiwa dari penyalahgunaan ganja.
Wakapolres Labuhanbatu menegaskan bahwa kinerja Satresnarkoba dalam menangani kasus narkoba sangat militan dan tidak mengkompromikan. "Mewakili Bapak Kapolres, kami apresiasi tinggi seluruh personel yang telah bekerja keras. Polres Labuhanbatu tidak main-main dalam memberantas narkoba. Hasil operasi ini menunjukkan peningkatan penindakan yang sangat tajam demi menyelamatkan generasi bangsa," tegasnya dalam konferensi pers yang digelar di Rantauprapat.
AKP Hardiyanto menyebutkan bahwa strategi penguatan kerja intelijen di wilayah pesisir menjadi kunci utama keberhasilan operasi ini. "Keberhasilan ini tidak lepas dari pemetaan mendalam terhadap wilayah rawan, termasuk daerah pesisir yang sering menjadi jalur masuknya narkotika. Kami terus melakukan koordinasi erat dengan Polsek jajaran untuk memutus mata rantai peredaran secara menyeluruh," katanya.
Menutup konferensi pers, Wakapolres dan Kasat Narkoba memberikan peringatan keras kepada seluruh jaringan pengedar narkoba di wilayah Labuhanbatu. "Operasi Antik Toba 2026 mungkin telah berakhir, tapi pengejaran terhadap bandar dan pengedar narkoba di Labuhanbatu tidak akan pernah berhenti. Kami akan terus memburu mereka hingga semua jaringan terurai dan tidak ada lagi yang berani mengganggu keamanan serta kesehatan masyarakat," pungkasnya.
Penulis : Rnl
