- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Ischak Minta Program MWC NU Lebaksiu Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 | 6/15/2026 10:06:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-15T03:06:35Z

LEBAKSIU, Liputan12.com – Di tengah tantangan sosial yang kian kompleks, mulai dari derasnya arus informasi digital hingga kebutuhan pemberdayaan ekonomi umat, organisasi kemasyarakatan dituntut untuk tidak hanya berperan sebagai wadah berkumpul, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Pesan penting ini disampaikan oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus dan Lembaga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lebaksiu Periode 2026–2031 yang dirangkai dengan Musyawarah Kerja (Musker) I, bertempat di MTs Negeri 3 Tegal pada hari Minggu (14/06/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Ischak menyampaikan bahwa pelantikan pengurus baru bukan hanya sekadar acara formalitas, tetapi merupakan awal dari amanah dan tanggung jawab sosial yang harus diwujudkan melalui serangkaian program kerja yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap Musker I yang digelar dapat menghasilkan program kerja yang tidak hanya unggul dalam perencanaan, tetapi juga realistis, dapat diukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan riil warga Kecamatan Lebaksiu.

“Saya berharap kepengurusan MWC NU Lebaksiu yang baru dilantik dapat menjadi motor penggerak organisasi yang solid, kompak, dan adaptif dalam menjawab berbagai tantangan zaman tanpa pernah kehilangan nilai-nilai keislaman yang luhur serta semangat kebangsaan yang tinggi,” ujar Ischak dengan penuh harapan.



Ia menambahkan bahwa terdapat sejumlah bidang krusial yang perlu menjadi fokus perhatian kepengurusan baru, antara lain penguatan dakwah yang sesuai dengan konteks zaman, pengembangan sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat agar lebih mandiri, pembinaan generasi muda sebagai penerus perjuangan, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama yang selama ini menjadi ciri khas dan karakter utama dari Nahdlatul Ulama.

Menurut Bupati Ischak, peran organisasi keagamaan seperti NU semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi yang telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan bermasyarakat. Meskipun perkembangan tersebut memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai tantangan baru yang tidak dapat diabaikan, seperti penyebaran informasi palsu (hoaks), penurunan tingkat kepedulian sosial antarwarga, hingga berbagai persoalan moral yang membutuhkan perhatian dan tanggapan bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ischak juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran Nahdlatul Ulama yang selama ini secara konsisten menjaga ukhuwah Islamiyah antarumat beragama, memperkuat ukhuwah wathaniyah sebagai warga negara Indonesia, serta turut berkontribusi aktif dalam menjaga kondisi kondusif dan damai di wilayah Kabupaten Tegal khususnya di Kecamatan Lebaksiu.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Acara, Ahmad Jafar, menyatakan bahwa masa khidmat lima tahun ke depan menjadi kesempatan emas bagi kepengurusan baru untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki oleh organisasi demi terwujudnya kemaslahatan umat dan masyarakat luas.

Salah satu langkah strategis yang menjadi fokus perhatian dalam Musker I adalah penguatan basis data keanggotaan melalui Sistem Informasi Nahdlatul Ulama (SISNU). Menurut Ahmad, data yang akurat dan terbaru menjadi fondasi penting dalam memetakan potensi yang dimiliki oleh umat sekaligus mendukung proses penyusunan program kerja yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Melalui penguatan sistem informasi SISNU, kami berharap setiap potensi yang ada pada umat NU dapat terpetakan dengan baik. Sehingga program-program yang akan kami jalankan di masa depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang maksimal,” katanya.

Untuk menyusun arah kebijakan organisasi selama lima tahun ke depan, Musker I dibagi menjadi empat komisi kerja yang masing-masing menangani bidang khusus. Komisi A membahas seputar bidang keorganisasian dan kekeluargaan, Komisi B fokus pada bidang keagamaan dan kepesantrenan, Komisi C menangani bidang pendidikan dan kaderisasi, serta Komisi D membahas bidang ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat.

Rangkaian acara pelantikan pengurus baru dan Musker I berlangsung dalam suasana yang khidmat, penuh kebersamaan, dan semangat kebersatuan yang tinggi. Penampilan Rebana Modern dari Lesbumi NU Lebaksiu juga turut menyemarakkan atmosfer kegiatan yang menjadi titik awal perjalanan panjang kepengurusan baru MWC NU Kecamatan Lebaksiu.

Melalui forum musyawarah kerja ini, diharapkan dapat lahir serangkaian program-program yang tidak hanya memperkuat struktur organisasi secara internal, tetapi juga mampu secara efektif menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat peran strategis Nahdlatul Ulama dalam pembangunan sosial keagamaan dan kemajuan daerah di Kecamatan Lebaksiu.


Ag

×
Berita Terbaru Update