SULAWESI TENGAH, liputan12.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran sentral pendidikan dalam membangun masa depan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tokoh masyarakat Sulawesi Tengah, Isl. Isram Said Lolo, yang menjabat sebagai Ketua DPW PEKNAS Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus Ketua PW APRI Provinsi Sulawesi Tengah, menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Pendidikan adalah solusi kualitas bangsa. Dengan pendidikan yang baik dan merata, kita dapat menciptakan generasi muda yang unggul, berdaya saing di kancah internasional, serta memiliki karakter kuat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” ujar Isram Said Lolo dalam keterangannya pada Hari Pendidikan Nasional, Kamis (02/05/2026).
Isram dikenal sebagai sosok yang dekat dengan lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kiprahnya yang konsisten dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat membuat namanya kerap disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang dipercaya oleh berbagai kalangan, bahkan banyak yang mendukungnya sebagai calon kuat dalam kontestasi politik daerah, termasuk sebagai calon Bupati Parigi Moutong di masa mendatang. Dukungan yang terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat seiring dengan rekam jejaknya yang terbukti dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Selain membahas pentingnya pendidikan, dalam kesempatan tersebut Isram juga menyoroti sejumlah isu kebijakan publik yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya terkait penghentian beberapa program yang dikaitkan dengan potensi penurunan kepatuhan pembayaran iuran BPJS Mandiri. Menurutnya, alasan yang dikemukakan untuk penghentian program tersebut tidak relevan dan perlu dikaji ulang secara mendalam dan menyeluruh.
“Logika yang dibangun dalam penghentian program ini terbalik. Masalah kepatuhan pembayaran iuran BPJS tidak dapat diselesaikan dengan cara mencabut akses layanan kesehatan bagi masyarakat, melainkan harus diatasi melalui edukasi yang intensif dan perbaikan sistem yang lebih inklusif,” tegasnya.
Ia menilai bahwa program seperti “Berani Sehat” yang telah memberikan manfaat bagi banyak kalangan masyarakat justru hadir sebagai solusi bagi mereka yang mengalami kesulitan ekonomi, terutama dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran BPJS secara mandiri. Program tersebut dinilai mampu membantu masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan terstandarisasi di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil bagi sebagian besar rakyat.
“Program semacam ini menjadi bukti bahwa pemerintah dapat berperan aktif dalam menjamin hak masyarakat atas layanan dasar. Kita tidak boleh menyalahkan masyarakat yang tidak mampu membayar iuran, tetapi harus mencari cara agar mereka tetap bisa mendapatkan pelayanan yang mereka butuhkan,” tambahnya.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi acara seremoni semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa – mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga masyarakat luas – untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dengan semangat pendidikan yang mengedepankan keadilan dan kesetaraan, diharapkan Indonesia mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan memiliki kompetensi yang handal, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama dan komitmen untuk membangun bangsa yang lebih baik.
Penulis : Kelvin Yansa
