- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Petani di Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang Bimbang: Tanam Padi atau Tanaman Lain?

Sabtu, 23 Mei 2026 | 5/23/2026 10:59:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-23T15:59:02Z
Ketidakpastian Pola Cuaca Bikin Banyak Lahan Persawahan Masih Kosong

SAMPANG, Liputan12com – Ketidakpastian pola cuaca yang melanda wilayah Kabupaten Sampang, Madura, membuat para petani di Kecamatan Kedungdung diliputi keraguan dan kebingungan besar. Perubahan iklim yang tidak menentu membuat mereka kesulitan menentukan jenis tanaman apa yang aman dan menguntungkan untuk ditanam di musim tanam kali ini. (23 Mei 2026)

Selama beberapa bulan terakhir, kondisi cuaca yang tidak stabil telah menjadi momok bagi para petani. Pola hujan yang datang secara tiba-tiba dengan intensitas tinggi, diselingi masa kering yang cukup panjang, telah merusak harapan banyak orang yang bergantung pada hasil bumi. Beberapa warga yang sebelumnya berinisiatif menanam tanaman alternatif seperti kacang hijau dan tembakau justru mengalami kerugian besar.

Tanaman yang sudah berumur beberapa minggu tersebut tidak dapat bertahan dan gagal panen setelah terendam banjir akibat curah hujan yang melampaui perkiraan. Kondisi ini membuat lahan persawahan yang biasanya subur berubah menjadi kolam sementara, menghancurkan seluruh hasil kerja keras para petani.

"Kami bingung sekali, Pak. Kalau kami tanam padi, takutnya nanti kemarau datang lebih cepat dan air kekurangan. Tapi kalau tanam kacang hijau atau tembakau seperti tahun lalu, hujan turun deras, banjir datang, tanaman mati semua, modal habis tak kembali," ungkap salah seorang petani setempat yang enggan disebutkan namanya.

Ketidakpastian cuaca ini membuat aktivitas pertanian di berbagai desa seputar Kecamatan Kedungdung menjadi terhambat secara signifikan. Banyak lahan persawahan yang seharusnya sudah diolah dan ditanami justru masih kosong, karena para petani lebih memilih menunggu kepastian kondisi cuaca sebelum memulai pekerjaan tani mereka.

Mereka khawatir jika salah memilih jenis tanaman, kerugian yang diderita akan semakin besar. Hal ini semakin diperparah dengan kenaikan harga pupuk dan kebutuhan tani lainnya yang membuat biaya produksi semakin mahal.

Para petani mengungkapkan harapan agar mendapatkan bimbingan dan informasi yang lebih akurat dari pihak terkait maupun lembaga pemantau cuaca. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka menentukan langkah yang tepat dalam memilih jenis tanaman yang akan ditanam.

Di satu sisi, padi sebagai tanaman pokok masih menjadi pilihan utama yang paling diandalkan, namun risiko kekeringan selalu menghantui jika musim kemarau datang lebih awal dari perkiraan. Di sisi lain, tanaman selingan seperti kacang-kacangan dan tembakau yang biasanya menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan, kini justru terancam gagal akibat curah hujan yang tidak terduga.

"Kami hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun, tapi sekarang alam sudah berubah. Kalau salah langkah, kami tidak punya uang lagi untuk menanam ulang," tambah salah satu warga lainnya yang juga bekerja sebagai petani.

Sampai saat ini, sebagian besar petani di Kecamatan Kedungdung masih menahan diri dan belum berani memulai penanaman apa pun. Mereka berharap kondisi cuaca segera menjadi lebih teratur agar mereka bisa kembali bekerja dan menghidupi keluarga dari hasil bumi, tanpa harus terus dihantui rasa was-was akibat perubahan iklim yang sulit diprediksi ini.


@gus mandie



×
Berita Terbaru Update