KUDUS, liputan12.com – Upaya untuk mengangkat sektor pariwisata sebagai kekuatan ekonomi baru terus digencarkan di Kabupaten Kudus. Anggota Komisi VII DPR RI, Andika Satya Wasistho, menekankan bahwa strategi promosi dan branding yang tepat menjadi kunci utama agar potensi wisata daerah lebih dikenal luas hingga tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan bersama Kementerian Pariwisata yang juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Kudus, termasuk Pelaksana Harian (Plh) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Teguh Riyanto. Dalam forum tersebut, berbagai potensi wisata Kudus dibahas secara menyeluruh, mulai dari kuliner, religi, hingga wisata alam yang memiliki daya tarik khas.
“Selama ini Kudus lebih dikenal sebagai kota industri yang menjadi kontributor utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, potensi pariwisata yang dimiliki juga sangat besar dan layak dikembangkan secara serius,” ujar Andika.
Ia menyoroti bahwa karakter budaya dan nilai religius yang kuat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Keberadaan destinasi religi seperti kawasan Sunan Muria bahkan telah mampu menarik kunjungan dalam jumlah besar, meskipun terkadang menghadapi tantangan terkait pengelolaan yang optimal.
“Peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik, termasuk penataan ruang dan peningkatan kenyamanan bagi pengunjung. Kita juga harus antisipasi dampak negatif yang mungkin muncul akibat tingginya kunjungan,” tegasnya.
Sementara itu, Plh Kepala Disbudpar Kudus, Teguh Riyanto, menjelaskan bahwa kegiatan branding yang mengusung konsep “Wonderful Indonesia” diharapkan mampu menonjolkan keunggulan wisata Kudus dari segi alam, budaya, dan sumber daya yang ada.
“Branding yang tepat akan memberikan kesan positif bagi wisatawan dan meningkatkan daya tarik destinasi. Dampaknya juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata,” ujarnya.
Teguh juga mengakui bahwa masih terdapat beberapa tantangan, terutama terkait aksesibilitas dan infrastruktur di kawasan wisata unggulan. Salah satunya adalah kawasan wisata religi di Muria yang selama ini menjadi salah satu kontributor penting bagi PAD.
“Kenyamanan bagi wisatawan menjadi prioritas utama, terutama terkait transportasi dan akses menuju lokasi wisata. Untuk itu, kita telah mengajukan dukungan penataan kawasan Muria kepada pemerintah provinsi guna meningkatkan kualitas infrastruktur,” tambahnya.
Dengan penguatan branding, promosi yang tepat, serta perbaikan infrastruktur, pihaknya optimis sektor pariwisata dapat berkembang lebih pesat. Tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga membuka peluang investasi serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Penulis : Tomy


