KUDUS, liputan12.com – Kisah perjuangan seorang ibu bernama Siti Sumanah (57) dari Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, menjadi sorotan menyentuh. Hidup dalam kondisi serba terbatas membuatnya harus berjuang sendirian sebagai tulang punggung keluarga, bahkan membuat anak bungsunya terpaksa putus sekolah selama dua tahun.
Siti kini tinggal di rumah sederhana berukuran sekitar 3x4 meter yang jauh dari kata layak huni. Huniannya memiliki atap asbes yang sudah tua, lantai tanah yang tidak rata, serta dinding dari terpal yang hanya mampu memberikan perlindungan minim dari cuaca. Rumah tersebut baru ditempati sekitar lima bulan terakhir, setelah ia terpaksa menjual rumah sebelumnya di Desa Gribig, Kecamatan Gebog.
“Hidup saya sekarang ya seadanya, yang penting bisa makan. Saya ingin anak saya bisa sekolah lagi,” ujar Siti dengan suara lirih saat ditemui di rumahnya.
Hasil penjualan rumah lama digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin sulit dijangkau. Selain itu, sebagian dana juga dialokasikan untuk membiayai pernikahan anak sulungnya serta melunasi sejumlah utang keluarga yang menumpuk sejak sang suami meninggal dunia akibat stroke beberapa waktu lalu. Sejak itu, Siti harus bertahan hidup dengan bekerja sebagai pekerja harian tidak tetap dengan penghasilan yang tidak menentu.
Keterbatasan ekonomi yang melilit membuat anak bungsunya terpaksa berhenti sekolah selama dua tahun. Padahal, jika tidak terkendala biaya, anak tersebut seharusnya sudah duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar. Kondisi ini menjadi gambaran nyata bagaimana faktor ekonomi masih menjadi penghambat utama dalam akses pendidikan bagi sebagian masyarakat di daerah.
Situasi memprihatinkan yang dialami Siti akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kudus setelah adanya laporan dari masyarakat sekitar. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton turun langsung meninjau kondisi rumah Siti pada hari Sabtu (02/05/2026), yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
“Kami tidak ingin ada anak di Kudus yang kehilangan hak pendidikannya. Ini harus segera ditangani dengan solusi yang tepat dan menyeluruh,” tegas Sam’ani saat berada di lokasi rumah Siti.
Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk respons cepat terhadap permasalahan yang dihadapi oleh warganya. Momen kunjungan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya komitmen pemerintah dalam memastikan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali oleh kondisi ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, pihak pemerintah langsung memberikan bantuan berupa kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan keluarga Siti, seperti beras, sembako lengkap, kasur baru, serta selimut. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan lega sementara dan meringankan beban hidup yang selama ini ditanggung Siti sendirian.
Tidak hanya bantuan langsung dalam bentuk kebutuhan pokok, pemerintah juga memastikan bahwa anak bungsu Siti dapat kembali melanjutkan pendidikan. Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus telah diminta untuk menyusun skema bantuan pendidikan yang akan disesuaikan dengan kondisi keluarga, sehingga anak tersebut bisa bersekolah tanpa terkendala biaya, mulai dari biaya pendaftaran, seragam, buku pelajaran, hingga uang saku jika diperlukan.
“Kami akan carikan solusi terbaik, termasuk memastikan anaknya bisa kembali bersekolah secepatnya. Tidak hanya itu, kami juga akan memastikan ia mendapatkan dukungan untuk bisa menyelesaikan pendidikannya tanpa hambatan ekonomi,” tambahnya.
Selain bantuan pendidikan dan kebutuhan dasar, pihak pemerintah juga berencana mengupayakan pembangunan rumah layak huni bagi Siti melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RSLH) yang telah ada di Kabupaten Kudus. Namun, rencana tersebut masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut, mengingat lokasi rumah saat ini berada di tepi sungai yang memiliki risiko tersendiri terhadap keamanan dan kenyamanan penghuni.
“Kita akan melakukan kajian bersama tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum untuk melihat kemungkinan membangun rumah baru di lokasi yang lebih aman, atau melakukan perbaikan maksimal pada rumah saat ini dengan memperhatikan faktor keamanan dari bahaya banjir atau longsor,” jelas Wakil Bupati Bellinda Birton.
Kehadiran pemerintah daerah memberikan harapan baru bagi Siti dan keluarganya. Ia berharap dengan dukungan yang diberikan, anaknya bisa segera kembali ke bangku sekolah dan keluarga bisa memiliki hunian yang layak untuk tinggal.
Penulis ; Tomy


