- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

HAFLATUL IKHTIBAR PP SALAFIYAH SYAFI'IYAH MIFTAHUL JANNAH AL HASANIAH : Semangat Ilmu, Bakti, dan Cinta Guru Menyala di Batu Poro Timur

Minggu, 31 Mei 2026 | 5/31/2026 12:51:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-30T17:51:33Z
Haflatul Ikhtibar Miftahul Jannah Al Hasaniah: Bukti Kebersamaan Warga Batu Poro Timur Jaga Pendidikan Islam

SAMPANG, Liputan12com - Suasana penuh ketenangan, keberkahan, dan semangat keilmuan menyelimuti Dusun Pelle, Desa Batu Poro Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, pada Sabtu malam (30/05/2026). Bertempat di lingkungan Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Syafi'iyah Miftahul Jannah Al Hasaniah, digelar acara akbar Haflatul Ikhtibar atau penutupan kegiatan belajar mengajar tahunan, yang dimulai pukul 19.30 WIB tepat setelah selesainya pelaksanaan sholat Isyak.

Acara tahunan yang sangat dinanti-nantikan ini menjadi momen istimewa yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda aktif, hingga para simpatisan pendidikan Islam dari berbagai wilayah. Hadir dalam kegiatan ini rombongan lengkap dari Jam’iyah Fathul Qulub Madura yang memiliki cabang di Surabaya, DKI Jakarta, hingga Al Behroniyah yang secara rutin mengisi pengajian di ponpes tersebut. Selain itu, juga hadir Persatuan Pemuda Batu Poro Timur, para tamu undangan khusus, warga masyarakat sekitar, serta simpatisan ponpes yang datang berbondong-bondong untuk menyaksikan perkembangan pesat lembaga pendidikan setempat.

Dalam sambutannya yang penuh makna, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Jannah menyampaikan doa tulus dan harapan besar bagi seluruh komponen yang turut berkontribusi dalam kemajuan pendidikan Islam di wilayah tersebut. Beliau secara khusus mendoakan keberkahan yang melimpah, kesehatan yang selalu terjaga, serta kemajuan yang terus menerus bagi seluruh jamaah Jam’iyah Fathul Qulub, seluruh anggota Persatuan Pemuda Batu Poro Timur, serta seluruh alumni dan santri PP Salafiyah Syafi'iyah Miftahul Jannah Al Hasaniah, baik yang masih aktif menuntut ilmu di pesantren maupun yang telah terjun ke tengah masyarakat untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh.



“Semoga kita semua dan anak-anak didikan kita senantiasa diberikan umur panjang yang berkah, kesehatan yang baik untuk terus beribadah dan berbuat baik, serta mendapatkan ilmu yang tidak hanya bermanfaat di dunia ini, tetapi juga membawa kebaikan yang abadi di akhirat kelak,” ujar Pengasuh ponpes di hadapan ribuan hadirin yang mengisi halaman ponpes dengan khidmat.

Salah satu momen paling menyentuh hati dalam acara malam itu adalah pembacaan puisi bertema “Ajer Abekteh Ka Gurunah” atau yang dapat diartikan sebagai “Belajar Berbakti Kepada Gurunya”. Lewat untaian kata yang penuh keindahan puitis dan sarat akan makna mendalam, puisi ini mengingatkan kembali akan kewajiban utama seorang penuntut ilmu: selalu menghormati, menyayangi, dan mengabdikan diri kepada para guru yang telah memberikan bekal ilmu dan akhlak. Sebab dalam ajaran agama Islam, kedudukan guru adalah sebagai penerus nabi yang membawa cahaya kebenaran, sehingga bakti kepada guru menjadi salah satu kunci agar ilmu yang dipelajari dapat diterima dengan baik dan amal perbuatan dapat menjadi pahala di sisi Allah SWT.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama utama yang disampaikan oleh ulama kharismatik asal Desa Meteng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, KH. Malik Tarsawi. Dalam paparannya yang lugas, jelas, dan menyentuh hati, beliau mengulas tiga pokok penting yang menjadi fondasi kehidupan beragama dan bermasyarakat: pertama, kewajiban orang tua untuk menyekolahkan dan memondokkan anak-anak mereka ke pesantren agar tumbuh dan berkembang dalam naungan ilmu agama serta akhlak mulia; kedua, kewajiban setiap muslim untuk melaksanakan sholat sebagai tiang agama yang menjadi dasar kehidupan beragama; serta ketiga, pentingnya senantiasa melakukan taubat nasuha dan kembali kepada Allah SWT atas segala khilaf dan kelalaian yang pernah dilakukan.


“Memondokkan anak ke pesantren bukan sekadar pilihan pendidikan tambahan, melainkan merupakan kewajiban kita sebagai orang tua untuk menjaga masa depan akhlak dan keimanan generasi penerus kita. Dan di antara segala ibadah yang kita lakukan, sholatlah yang akan menjadi pembeda antara orang yang bertaqwa dengan yang tidak pada hari akhir nanti. Jangan pernah merasa lelah untuk bertaubat, karena pintu ampunan Allah SWT selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang dengan tulus kembali kepada-Nya,” tegas KH. Malik Tarsawi dengan penuh semangat.

Puncak acara ditutup dengan penampilan meriah dan sangat memukau dari Drumband Junior Alamanda Miftahul Jannah. Dengan gerakan yang sangat kompak, irama musik yang merdu dan menggetarkan hati, serta semangat yang membara dan penuh semangat juang, para santri muda ini menunjukkan bakat terbaik mereka yang telah diasah dengan keras di pesantren. Penampilan mereka tidak hanya membius seluruh hadirin, tetapi juga berhasil menutup rangkaian kegiatan malam itu dengan penuh sukacita dan kebanggaan bersama.

Haflatul Ikhtibar tahun ini bukan hanya sekadar seremonial penutupan tahun pelajaran, melainkan menjadi bukti nyata akan kekuatan kebersamaan, semangat berilmu yang tak pernah padam, serta komitmen yang kuat dari masyarakat Batu Poro Timur dalam menjaga kelestarian pendidikan Islam, budaya santri yang luhur, serta nilai-nilai persaudaraan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.


@gus mandie

×
Berita Terbaru Update