- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Al Haris Tinjau Banjir di Merangin, Salurkan Bantuan dan Janjikan Perahu Gratis Bagi Anak Sekolah

Minggu, 03 Mei 2026 | 5/03/2026 11:42:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-03T04:44:03Z

JAMBI, liputan12.com – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, turun langsung meninjau kondisi korban banjir akibat luapan Sungai Batang Tembesi yang melanda Kecamatan Pamenang dan sekitarnya, Kabupaten Merangin. Ia menyerahkan bantuan secara simbolis serta mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan, pada Sabtu malam (02/05/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah banjir yang melanda Desa Pulau Bayur dan Desa Selango. Kondisi banjir yang terjadi membuat sebagian besar wilayah terendam air serta menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Musibah seperti ini diatur oleh Allah. Mari kita tetap sabar, berserah diri kepada-Nya, dan jadikan momentum ini sebagai waktu introspeksi bersama. Ini bisa jadi ujian atau peringatan bagi kita semua. Yang paling penting adalah kita tetap bersyukur, sabar menghadapinya, dan bersama-sama menjaga kelestarian alam," ungkapnya saat berbicara dengan masyarakat korban banjir.

Berdasarkan laporan yang diterima, jembatan gantung utama yang menjadi akses utama masyarakat Desa Pulau Bayur telah putus akibat diterjang arus deras sungai. Selain itu, sejumlah rumah warga hanyut dan terseret arus, sementara banyak fasilitas umum juga mengalami kerusakan.

"Saya sudah menyampaikan instruksi agar Pemerintah Kabupaten Merangin segera menetapkan status tanggap darurat bencana. Dengan adanya status ini, bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat bisa segera digelontorkan untuk membantu masyarakat. Kita akan membagi tugas secara jelas: mana yang menjadi tanggung jawab kabupaten, mana yang provinsi, dan jika diperlukan, kita akan segera melibatkan pihak pusat untuk mendukung penanganannya," tegas Gubernur Al Haris.

Ia juga menyoroti faktor penyebab terjadinya banjir yang tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga dampak dari aktivitas manusia yang kurang memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Selain faktor alam seperti hujan lebat yang berkepanjangan, kita juga harus melihat dampak dari aktivitas manusia seperti kerusakan sungai akibat pembuangan sampah sembarangan dan penebangan hutan liar di daerah aliran sungai. Ini menjadi perhatian kita bersama yang harus segera mendapatkan solusi," tambahnya.

Sebagai solusi sementara untuk mengatasi kesulitan akses yang dialami masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, Gubernur berjanji akan menyediakan perahu penyeberangan secara gratis.

"Anak-anak harus tetap bisa belajar tanpa hambatan. Sementara proses pembangunan jembatan baru belum selesai, kami akan menyediakan perahu penyeberangan secara gratis khusus untuk anak sekolah agar mereka bisa tetap melanjutkan pendidikan," katanya dengan tegas.

Ke depan, pemerintah provinsi dan kabupaten berkomitmen untuk membangun jembatan baru yang lebih kuat, tahan terhadap banjir, serta dapat dilalui kendaraan roda empat agar akses masyarakat menjadi lebih lancar dan aman.

"Setelah kondisi banjir mereda, fokus kita adalah memperbaiki seluruh fasilitas umum yang rusak dan membantu masyarakat membangun kembali rumah yang rusak akibat banjir. Tujuannya adalah agar kehidupan masyarakat bisa kembali normal, aman, dan nyaman seperti sediakala," lanjutnya.

Wakil Bupati Merangin Khafid melaporkan bahwa banjir tersebut dipicu oleh hujan lebat yang terjadi hampir dua hari berturut-turut sejak tanggal 26 April 2026, yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Merangin termasuk Pamenang Selatan. Di Desa Pulau Bayur sendiri, sebanyak 82 kepala keluarga terdampak, tiga rumah hanyut total, dan putusnya jembatan gantung telah menghambat akses warga, khususnya bagi siswa yang harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah.


Penulis : Ari ddk

×
Berita Terbaru Update