Hadir dalam acara penting tersebut sejumlah pejabat terkait, antara lain Asisten I Bidang Pemerintahan, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Administrasi Perekonomian, Kepala Bappeda dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil), Kepala Dinas Sosial, Camat Gunuang Omeh, Camat Bukit Barisan, Camat Suliki, Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Payakumbuh, para Walinagari di kecamatan terkait, serta perwakilan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang menekankan bahwa sinergi dan semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam menyukseskan program pemulihan pasca bencana ini. Ia juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat aktif mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan yang sedang berlangsung.
"Dengan koordinasi yang solid dan semangat gotong royong yang tinggi dari semua pihak, maka apa yang kita rencanakan Insya Allah akan dapat terealisasi dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam penanggulangan musibah serta penanganan pasca bencana bagi warga yang terdampak," ujar Bupati Safni.
Bupati juga menyampaikan harapannya agar program Huntap Mandiri dari BNPB dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang telah kehilangan atau mengalami kerusakan rumah akibat bencana. "Kami sangat berharap program Huntap Mandiri ini dapat terealisasi dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat terdampak bisa segera mendapatkan hunian yang layak dan aman untuk ditempati," harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat dalam mendukung kebutuhan daerah dalam rangka pemulihan pasca bencana, sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. "Kami sebagai pemerintah pusat memastikan bahwa semua kebutuhan yang diperlukan oleh pemerintah daerah untuk pemulihan pasca bencana akan mendapatkan dukungan yang maksimal, tentunya dengan tetap mematuhi semua ketentuan dan prosedur yang berlaku," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penyampaian laporan teknis secara tepat waktu sebagai dasar untuk penyaluran bantuan lebih lanjut. "Kami mengimbau pemerintah daerah agar segera menyampaikan laporan teknis terkait penggunaan bantuan yang telah diberikan, sehingga proses dukungan dari pemerintah pusat dapat berjalan dengan tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan sebenarnya," ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Rustian menjelaskan bahwa konsep program rumah Huntap Mandiri yang digagas BNPB merupakan model pembangunan hunian tetap yang berbasis pada partisipasi masyarakat. "Rumah Huntap Mandiri yang kami kembangkan ini merupakan prototype atau model pembangunan hunian yang telah melalui serangkaian uji kelayakan teknis, sehingga menjamin keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, SH, dalam laporannya menyampaikan bahwa total terdapat 47 unit rumah dengan kategori rusak berat yang akan dibangun melalui program ini. "Rinciannya adalah sebanyak 34 unit akan dibangun di Kecamatan Bukit Barisan, 12 unit di Kecamatan Gunuang Omeh, dan 1 unit di Kecamatan Suliki," ungkapnya.
Kegiatan peletakan batu pertama ini menjadi tonggak awal dalam percepatan proses pemulihan pasca bencana, sekaligus menjadi bukti nyata kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat terdampak. Rumah contoh yang saat ini sedang dibangun merupakan milik warga terdampak bernama Epi Diar (53 tahun), yang tinggal bersama enam orang anggota keluarga.
Pembangunan hunian tersebut mendapatkan dukungan anggaran dari BNPB dan dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan pihak Semen Padang. Program ini diharapkan tidak hanya mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana, tetapi juga memastikan bahwa setiap hunian yang dibangun memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yang memadai untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Cg
