- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemko Payakumbuh Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX, Soroti Pentingnya Sinergi Pusat-Daerah

Selasa, 28 April 2026 | 4/28/2026 02:10:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-28T07:10:48Z

PAYAKUMBUH, liputan12.com – Pemerintah Kota Payakumbuh menyelenggarakan upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 di halaman Balai Kota Payakumbuh pada Senin (27/04/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pemko Payakumbuh menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Upacara yang diikuti oleh pejabat struktural Pemko Payakumbuh, Forkopimda, serta perwakilan masyarakat tersebut dibuka oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Rida Ananda sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya, ia membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang menyampaikan pentingnya otonomi daerah sebagai instrumen strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperkokoh komitmen dan peran masing-masing dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ucap Rida Ananda saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri.

Ia menjelaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen penting dalam mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tema tahun ini, "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita", mencerminkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal secara optimal.

Rida Ananda menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan Asta Cita sangat tergantung pada koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Tanpa sinkronisasi yang baik, berbagai program pembangunan berpotensi tidak berjalan optimal.


"Salah satu tantangan utama yang masih dihadapi adalah belum optimalnya integrasi antara perencanaan dan penganggaran nasional dengan daerah," ujarnya. Kondisi tersebut kerap memicu tumpang tindih program, duplikasi anggaran, hingga menurunnya efektivitas pembangunan.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil. Menurutnya, birokrasi harus lebih responsif dengan mengedepankan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, serta memanfaatkan teknologi dan inovasi daerah.

Rida menambahkan bahwa penguatan kemandirian fiskal daerah menjadi kunci agar pemerintah daerah lebih fleksibel dalam menentukan prioritas pembangunan. "Ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih menjadi tantangan yang harus diatasi bersama," ujarnya.

Dalam pelaksanaan otonomi daerah, ia juga mendorong kolaborasi antardaerah agar berbagai persoalan lintas wilayah seperti transportasi, lingkungan hidup, hingga pengelolaan sampah dapat ditangani secara bersama dan berkelanjutan.

"Kita tetap fokus pada pemenuhan layanan dasar masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, dan perlindungan sosial," terangnya.

Rida juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan ketahanan daerah di tengah tantangan global, seperti krisis ekonomi, ketahanan pangan, serta dampak perubahan iklim yang semakin kompleks.

Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian utama melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi digital.

"Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong bagi kita semua untuk mewujudkan Asta Cita dan kemajuan bangsa Indonesia," pungkasnya.

Usai upacara, diberikan penghargaan kepada pemuncak lomba kelurahan berprestasi tingkat Kota Payakumbuh, dimana Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang keluar sebagai juara satu, Kelurahan Bulakan Balai Kandi juara dua, dan Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo juara tiga.


Penulis : Aldo

×
Berita Terbaru Update