Palembang, Liputan.12.com. Minggu,5/04/26. Hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup panjang, hampir sekitar tiga jam mengguyur kota Palembang.
Berbagai tempat, perkampungan warga,jalan Raya dan kolam retensi tergenang air akibat curah hujan yang tinggi.(Minggu,05/04)
Keluh kesah warga masyarakat,yang rumahnya terendam banjir, pengguna Jalan yang terjebak macet akibat jalan tergenang terjadi dimana-mana.
Hal ini tentunya membuat resah dan menjadi Perhatian para pemangku kepentingan, pemerintah kota,dan Para dinas terkait.
Telpon berdering, WhatsApp,dan kiriman video,yang isinya aduan Warga, keluhan pengguna jalan,dan kondisi lingkungan yang terendam banjir.
Meskipun Minggu adalah hari libur, Waktu untuk beristirahat bersama keluarga, namun pemerintah masih harus merespon keadaan tersebut.
Seperti yang dilakukan lurah Sukabangun,yang sigap merespon aduan warga nya yang 80 persen daerah tergenang banjir, harus rela meninggalkan acara keluarga untuk datang ke wilayah kerjanya yang berjalan lumayan jauh, dengan waktu tempuh satu jam lebih.
Hendrik Buditama, lurah Sukabangun langsung mendatangi lokasi titik rawan Banjir yang ada di wilayah kerjanya, untuk melihat langsung kondisi lingkungan dan masyarakat yang terdampak.
Hal ini menjadi catatan untuk laporan kepada dinas terkait (PUPR), yang selanjutnya akan dicarikan solusi dan antisipasi agar dampak hujan tersebut tidak menjadi bencana yang lebih besar,yang mengakibatkan kerugian masyarakat.
Hal ini tentunya harus lah dilakukan oleh semua pemerintah di tingkatan masing-masing sesuai dengan instruksi pemerintah kota Palembang , agar para lurah, camat dan dinas cepat tanggap merespon situasi dan kondisi serta aduan masyarakat terkait lingkungan.
Apalagi kota Palembang yang rawan terhadap banjir dan genangan.
(Kontributor Palembang)
