- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

BPBD Kota Payakumbuh Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Perkuat Garda Terdepan Masyarakat

Selasa, 28 April 2026 | 4/28/2026 02:19:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-28T07:19:59Z

PAYAKUMBUH, liputan12.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana sebagai langkah konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, hanya sehari setelah pelaksanaan Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional tahun 2026. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas garda terdepan dalam menghadapi bencana berlangsung di Aula Kantor Bersama Padang Kaduduak pada Senin (27/04/2026).

"Pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kota Payakumbuh," ujar Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang diwakili oleh Staf Ahli Erizon saat membuka kegiatan tersebut.

Staf Ahli Erizon menyampaikan bahwa sesuai arahan Wali Kota Zulmaeta, kegiatan penanganan darurat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus segera dilaksanakan, mengingat bencana tidak memiliki jadwal dan dapat terjadi kapan saja.

"Kegiatan ini merupakan bentuk tanggapan terhadap arahan wali kota agar program yang menyentuh masyarakat segera dijalankan. Bencana bisa datang kapan saja tanpa peringatan, sehingga kita harus selalu siap dengan persiapan yang matang," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Linmas, dan relawan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat bencana di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mereka perlu diperkuat dengan pembekalan terkait langkah-langkah pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal saat bencana terjadi.

"Hari ini kita berkumpul karena kita memilih bersiap untuk selamat. LPM, Linmas, dan relawan adalah garda terdepan ketika sirene bencana berbunyi, baik di tengah malam maupun siang hari. Saat warga panik, listrik padam, dan akses jalan terputus, mereka adalah yang pertama hadir untuk membantu," ujarnya.

Erizon menambahkan bahwa penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. "Ketika bencana datang, pemerintah tidak akan sanggup menghadapinya sendirian. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat perlu dibekali pengetahuan yang cukup agar mampu mengurangi risiko dan menekan jumlah korban serta kerugian yang ditimbulkan," katanya.


Dalam kegiatan ini, BPBD Payakumbuh mengumpulkan sebanyak 128 perwakilan pengurus LPM, Linmas, dan relawan dari berbagai wilayah di Kota Payakumbuh.

Kepala Pelaksana BPBD Payakumbuh, Devitra, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan juga sebagai tindak lanjut atas arahan wali kota agar program yang menyentuh masyarakat segera dijalankan.

"Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah yang berpotensi rawan bencana memiliki pengetahuan yang cukup untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Kami memberikan sosialisasi, edukasi, hingga sesi latihan praktis agar warga benar-benar siap jika bencana datang," ujar Devitra.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan kejadian seperti pohon tumbang, yang kerap terjadi di Kota Payakumbuh. "Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan tindakan pencegahan, seperti memangkas atau menebang pohon yang sudah tua dan lapuk. Jika dibiarkan begitu saja, risiko kerugian baik materi maupun korban jiwa justru akan kembali menghinggapi kita sendiri," tegasnya.

Dalam pelatihan tersebut, materi yang disampaikan meliputi berbagai aspek penanggulangan bencana. Devitra sendiri turut menjadi narasumber dengan menyampaikan materi bertajuk "Pencegahan dan Mitigasi Bencana dari Perspektif Islam". Selain itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Payakumbuh Arman Riska juga memberikan pembekalan terkait prosedur penanganan darurat yang tepat.

BPBD Provinsi Sumatera Barat juga turut mendukung kegiatan ini dengan menghadirkan narasumber Rahmi, ST, yang memberikan materi mengenai kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana likuifaksi yang perlu diwaspadai di wilayah Sumatera Barat.

Salah seorang peserta pelatihan, Anton dari LPM Padang Tangah Balai Nan Duo, mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh BPBD Payakumbuh. Ia berharap pelatihan serupa dapat menjangkau hingga tingkat kelurahan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah kota melalui BPBD atas pelatihan yang sangat bermanfaat ini. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkala dan menjangkau hingga ke tingkat kelurahan, termasuk juga pembekalan terkait penanganan bencana sosial yang mungkin muncul di tengah masyarakat," pungkasnya.


Penulis : Aldo

×
Berita Terbaru Update